KarhutlaPekanbaru (SegmenNews.com)-  Provinsi Riau mulai gunakan Karhutla Monitoring Sistem (KMS) untuk melakukan pemantauan titik api di seluruh kabupaten/kota. KMS yang pertama di Indonesia ini diharapkan akan mampu mendeteksi sekaligus pencegahan titik api di Riau.

Demikian dikatakan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau Yulwiriati Moesa, Jumat (16/1/15). KMS yang sudah mulai dipasang 16 November. Ke depan juga akan dipasang di kabupaten/kota.

“Riau satu-satunya memiliki KMS sekaligus sebagai percontohan di Indonesia. Nanti KMS ini juga akan dipasang ke kantor-kantor bupati/walikota di Riau untuk mendeteksi titik-titik api. Jadi kalau ada langsung dilakukan pecegahan jangan sampai besar,” kata Yulwiriati.

Menurut mantan Direktur RS Arifin Achmad ini, melalui KMS ini pihaknya akan terus berkoordinasi dengan bupati/walikota terkait titik-titik api yang muncul dalam KMS tersebut. Bagi perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan, BLH Riau akan menegur langsung perusahaan terkait, setelah berkoordinasi dengan bupati/walikota untuk memastikan apakah perusahaan terkait benar nama yang muncul dalam data KMS.

Menurut Yulwiriati, hal itu mengacu atas tindak lanjut atas MoU yang dilakukan Pemprov Riau beberapa waktu lalu bersama Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Pembangunan (UKPPP) dan BP Redd+.***(advertorial)