uang1SegmenNews.com– Laju rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 19 Januari 2015. Mata uang garuda tersebut terkoreksi 19 poin atau 0,15 persen dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Pantauan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menembus level Rp12.612 per dolar AS. Artinya, rupiah masih jauh untuk mendekati level terkuatnya di bulan ini yang mencapai Rp12.474  pada perdagangan 2 Januari 2015.

“Dolar kembali menguat seiring dengan penilaian pasar di dalam negeri bahwa kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga harga semen masih belum serta merta menurunkan harga bahan-bahan pokok lainnya. Ini menunjukkan penguatan kemarin hanya bersifat sentimen positif sesaat saja,” ujar pengamat ekonomi Argha Jonatan Karo Karo kepada VIVA.co.id dalam pesan singkatnya.

Sebagai informasi, sepanjang pekan lalu, rupiah bergerak variatif masih di kisaran Rp12.500-Rp12.600-an. Adapun level terendahnya berada di Rp12.617, seiring pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akhirnya menetapkan suku bunga acuannya bertahan di level 7,75 persen.***(vvc/ran)