Ilustrasi
Ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Sejak Provinsi Riau mulai memasuki musim panas, titik api sudah mulai menjamur di kabupaten/kota. Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, di Riau terdapat 11 titik panas. Diantaranya, 7 titik panas di Bengkalis, 2 di Pelalawan, 1 di Indragiri Hilir.

“Sebenarnya selain titik panas di Pulau Rupat Utara Bengkalis juga terdapat 1 titik panas yang  melebihi diatas level confident 70 persen. Sementara 10 titik panas diatas merupakan dibawah level confident 70 persen, maka disebut titik panas,” kata analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet, Kamis (22/1).

Belajar dari tahun kemaren, dimana Riau diselimuti kabut asap tebal yang banyak menyisakan penyakit terhadap warga. menghindari hal itu koordinasi di berbagai pihak terkait sangat di tuntut supaya jangan terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sehingga menimbulkan kabut asap apa lagi kita suda masuk pada musim panas.

“Saat ini,kata slamet “sudah mulai masuk musim kemarau. Di prediksi akan sampai pada pertengahan bulan maret atau minggu- minggu terakhir bulan maret,Relatif akan lebih kering, seperti tahun lalu pada bulan januari sampai pertengahan bulan maret,” ujar Slamet.

Slamet mengkhawatirkan kabupaten meranti dan daerah pesisir Riau itu sudah lama tidak turun hujan atau yang disebut dengan hari tanpa hujan. Sebab sejak satu bulan ini berdasarkan pantauan satelit Meranti tidak ada potensi hujan.

“Hari tanpa hujan di Riau sudah terlihat di meranti dan sepanjang pesisir, sudah hampir 30 hari ini meranti sudah tidak ada hujan dan ini sangat potensi Karhutla, Angin secara umum dari arah Barat Laut menuju Timur Laut dengan kecepatan 05 – 10 knots (09 – 19 km/jam),” tambah Slamet.

Cuaca Riau pada umumnya cerah hingga  berawan, peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada sore dan malam hari terjadi di sebagian kecil wilayah Riau seperti Wilayah Riau bagian Tengah, Barat, Selatan dan sebagian Utara, informasi ini akan terus berubah tiap harinya.***(lin)