Pekanbaru (SegmenNews.com)- Sebanyak 22 orang anggota DPRD Riau mencabut undian, untuk mendapatkan Mobil Dinas (Mobnas) bekas dari anggota DPRD periode 2009-2014 lalu. Tujuannya supaya tidak ada pilih kasih untuk mendapatkan Mobnas dengan kondisi tidak sama yang tersimpan di gudang Biro Perlengkapan Setdapov Riau, Jalan Kopan Pekanbaru.

Sementara untuk pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (ATK) seperti, Ketua DPRD, Ketua Fraksi, Ketua Banleg, Ketua komisi dan lain lain mendapatkan mobil baru jenis Nissan Xtrail. Jumlah mobil baru ini ada sekitar 20 unit.

“Sekarang baru 22 unit Mobnas  yang bisa kita serahkan kepada anggota DPRD periode sekarang. Sementara untuk pimpinan ATK dan anggota dewan yang belum dapat, masih dalam proses. mudah mudahan dalam waktu dekat ini akan kita serahkan,” kata Ketua DPRD Riau, Suparman seusai pencabutan undian, Selasa (27/1) sore.

Suparman menegaskan, ,mobil yang diserahkan itu dalam kondisi layak pakai. Jika ada dewan yang mendapatkan mobil kurang baik maka segala biaya perbaikan akan ditanggung sendiri tampa dibebankan ke APBD.

Sistim Mobnas, meupatan pinjam pakai aset Pemprov Riau yang harus dikembalikan sesudah jabatan berakhir nanti. Biaya operasional, termasuk gaji supir juga ditanggung sendiri, selama Mobnas dipakai oleh dewan itu.

Dengan dibantunya anggota dewan sebuah Mobnas, diharapkan dapat meningkatkan kinerja di Dapil masing masing. Sehingga tidak adalagi yang mengeluh tidak memiliki kendaraan operasional untuk bekerja.

“Mulai besok (Hari ini), Mobnas sudah bisa dipakai oleh dewan yang sudah mendapatkan jatah Mobnas. Diharapkan, setelah ada kendaraan operasional ini, Dewan bisa menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat di Dapil masing masing,” ujar Suparman, yang didamping Sekwan DPRD Riau, Zulkarnain Kadir, dan Kabag Umum DPRD Riau.

Terkait ada beberapa mobil dinas yang belum diserahkan anggota DPRD lama, Sekwan DPRD Riau, Zulkarnain KAdir sudah menyerahkan kewenangan penarikkan ke Satpol PP Pemprov Riau. Sebab Setwan sudah berupaya menariknya, namun tidak berhasil, karena nomor henhpon tidak aktif dan alamat rumah dewan lama sudah pindah.

“Memang ada beberapa unit lagi yang belum ditarik. Namun penarikkan sudah diserahkan sepenuhnya kepada Satpol PP Riau selaku pemilik wewenang terhadap aset Pemprov,” kata Zulkarnain.***(lind)