Suparman
Suparman

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pasca ditahannya Gubernur Riau non aktif Annas Maamun oleh KPK, banyak orang yang ingin menduduki jabatan Wakil Gubernur, jika nanti Plt Gubernur Arsyadjuliandi Rachman naik menjadi Gubernur definitif.

Isu beredar, untuk meraih kursi empuk nomor dua di provinsi itu, sudah banyak calon wakil tersebut melakukan lobi-lobi kepada berbagai pihak. Supaya nanti mendapat calon tunggal duduk menjadi wakil gubernur.

“Saya luruskan dan saya tegaskan, bahwa Gubernur Riau adalah Annas Maamun dan wakilnya Arsyadjuliandi Rahman. Namun sekarang pak Annas tidak bisa mengambil kebijakan, karena terkendala masalah hukum. Jadi jika ada orang berupaya mencari simpatisan melakukan lobi-lobi, maka tidak akan berguna,” tegas Suparman, Selasa (27/1).

Jika memang nanti, Annas Maamun ditetapkan tersangka oleh KPK, maka jabatan Wakil tidak akan lepas dari kader Partai Golkar. Meski sudah ada nama-nama yang berhembus akan duduk menjadi wakil gubernur dari berbagai partai, tidak akan mungkin.

Suparman menegaskan kembali, yang patut menjadi wakil gubernur adalah dirinya. Sebab berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP Golkar, urutan nomor satu waktu pencalonan Pemilihan Gubernur (Pilgub) dulu ada, Annas Maamun, kedua, Arsyadjuliandy Racmah, ketiga Suparman dan keempat Indra Gunawan.

Jadi jika berhalangan dari satu orang, maka akan digantikan oleh orang yang memiliki urutan berikutnya. Maka disampaikan kepada berbagai pihak yang berharap duduk menjadi wakil gubernur untuk dapat mengurungkan niat itu.

“Saya adalah orang berada dibawah Arsyadjuliandi. Jadi yang berhak untuk menjadi wakil adalah saya dan atau orang dibawah saya. Tidak mungkin akan dipilih orang lain untuk mengisi jabatan wakil jika Arsyad dilantik menjadi gubernur definitif,” ujar Suparman.

Didalam kondisi sekarang, dihimbau kepada berbagai pihak untuk memperkeruh suasana. Dengan memprokasi berbagai pihak dan bahkan berani menonjolkan diri bakal calon gubernur.

“Padahal sampai sekarang struktur Pemprov Riau masih lengkap. Yakni ada gubernur dan wakilnya. Selama belum ada penetapan tersangka, maka Annas tetap menjadi Gubernur Riau,” terng Suparman.***(alind)