bakarPekanbaru (SegmenNews.com)- Berdasarkan data yang diterima Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, dari BMKG jumlah titik panas di Provinsi Riau terdeteksi sebanyak 27 titik. Pihaknya terus berkoordinasi mengantisipasi terkait hal itu.

“Saya terima tadi jam 8.22, dari BMKG, terdapat 27 titik panas di Riau, dengan rincian, Bengkalis 9, Pelalawan 8, siak 1, Indragiri Hilir (Inhil) 6, Kepulauan Meranti 3. Tapi tingkat kompident diatas 70 persen, hanya 9 titik, yakni Bengkalis 5 titik, Pelalawan 2 titik, dan Inhil 2 titik,” jelas Plt Gubernur, Senin (2/2) di kantornya.

Menurut Andy, terkait ditemukannya titik panas di Provinsi Riau tersebut, pihaknya akan langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait, misalnya ditemukan diareal perusahaan, akan langsung dihubungi melalui Telephon dan diminta melakukan antisipasi.

“Begitu juga jika untuk daerah Kabupaten dan Kota, sesegera mungkin akan dilakukan koordinasi, agar segera ditangani, sehingga jika itu titik api, tidak akan menyebar luas, yang akan berakibat terjadinya kabut asap,” tegas Andi.

Dia menambahkan, sejauh ini pihaknya dan Kabupaten/Kota masih terus melakukan rapat terkait kewenangan dalam penanganan titik panas ini. “Kita ingin merumuskan secara konkrit kewenangan Provinsi seperti apa, dan Kewenangan kabupaten/Kota seperti apa, itu yang juga terus kita musyawarahkan hingga saat ini,” tegasnya.

Namun demikian, menurut Andi, terkait titik panas ini dan juga Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla), pihaknya telah bertekad untuk melakukan pencegahan sejak dini, agar tidak meluas yang bisa menyebabkan terjadinya kabut asap.

“Sesuai intruksi Presiden, kita akan terus mengupayakan hal itu, Riau tidak boleh memberi bencana asap lagi tahun ini, itu yang akan kita laksanakan, tentunya juga dengan mengharapkan dukungan dari berbagai pihak,” pungkasnya.***(MCRiau/ran)