Pekanbaru (SegmenNews.com)- Tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Riau menetapkan harga turun sebesar Rp 60 (60 rupiah) pekan ini. Harga TBS sekarang Rp1.654,03, sedangkan pekan lalu, Rp 1.724,22.

Penurunan ini berdasarkan rapat melalui pembahasan dan diskusi yang dilakukan oleh tim harga terhadap informasi dan ndata yang disampaikan oleh 6 perusahaan sumber data dari 10 perusahaan yang ditetapkan. Maka seluruh data dinyatakan layak untuk
diolah tim pengolah data Disbun Riau.

“Dari hasil rapat rutin setiap Selasa, yang tergabung dari perusahaan dan petani mitra pemerintah memutuskan harga sawit turun sebesar enampuluh rupiah pekan ini. Harga itu akan dijalani oleh perusahaan mitra pemerintah,” kata staf Disbun Riau, Ferry HC, yang ikut rapat bersama tim penetapan harga TBS di kantor Disbun Riau Selasa (3/2).

Ferry menjelaskan, perusahaan yang tidak bermitra dengan pemerintah tidak fokus mengikuti harga TBS yang telah diumumkan

Disbun Riau. Namun perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berjumlah sekitar 180-an itu kebanyakkan mengikuti harga pasar. Harga penjualan petani bisa tinggi dan atau rendah dari harga pemerintah.

Bagi petani yang ingin mendapatkan harga tetap silahkan menjual TBS ke perusahaan mitra pemerintah. Petani yang ingin menjadi mitra perusahaan dan pemerintah, harus membuat MoU dengan perusahaan mitra pemerintah.

Perusahaan nanti akan menyediakan bibit berkualitas. Perusahaan dan pemerintah juga membina petani tentang cara berkebun sesuai standar perkebunan. Setelah panen, TBS harus dijual ke perusahaan mitra petani itu. Harga TBS sesuai dengan harga pemerintah.

Sehingga selain mendapatkan hasil memuaskan, petani juga tidak menjual dengan harga murah seperti petani yang tidak bermitra dengan perusahaan dan pemerintah.

“Perusahaan bermitra dengan petani, otomatis akan memberikan bibit unggul supaya bisa menghasilkan buah yang bagus. Untuk itu diharapkan kepada petani kelapa sawit untuk bernitra dengan perusahaan dan pemerintah supaya bisa menjual harga TBS sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah,” jelas Ferry.***(alind)