rsudBagansiapiapi (SegmenNews.com)– Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pratomo, Bagan Siapiapi, Kabupaten Rokan Hilir kepada masyarakat patut dipertanyakan. Kenapa tidak, jangankan kepada masyarakat. Petugas kesehatan saja berani membentak pimpinannya Wakil Bupati Erianda SE. Apakah pelayanan buruk ini yang sering dirasakan oleh masyarakat?.

Peristiwa yang memalukan itu bermula, dari laporan kelaurga pasien dari Pekaitan yang saat itu datang untuk melahirkan, namun karena Dokter kandungan tidak ada sehingga pasien merasa ditelantarakan, Rabu (4/2) sekitar pukul 21.20 WIB.

Salah seorang Keluarga Korban Charles (24) mengatakan, pihak keluarga heran karena sudah hampir 1 jam pasien yang diantarkan tidak diberikan solusi oleh pihak rumah sakit.

“Kami datang dari Pekaitan pakai kapal. Lalu sampai di rumah sakit dokter tidak ada dan tidak diberikan solusi untuk rujuk atau solusi lainnnya,” kata Charles.

Merasa diabaikan, lalu Charles menelpon Kepala Dinas Kesehatan Junaidi Saleh namun lebih dari 10 kali tak diangkat maka Charles memutuskan untuk bertemu Wakil Bupati yang rumahnya tepat didepan Rumah Sakit.

“Pak Junaidi saya telpon tidak mengangkat, sementara keluarga kami sudah kesakitan, saya datang menemui pak Wabup dan langsung datang,” katanya. Charles memberikan apresiasi ata tindakan pak Wabup dengan langsung merespon laporan masyarakat.

“Kami senang pak Wabup kita peduli dan rela turun malam-malam untuk mendengarkan keluhan kita,” kata Charles.

Wabup langsung turun berjalan kaki menuju rumah sakit. Saat itu juga wabup bertanya. “Kemana dokternya,” tanya Wabup.

Saat itu tiba-tiba oknum Bidan dan Perawat jaga langsung beridir sambil memukul meja dengan sebuh buku sambil mengucapkan.

Kan sudah aku bilang tadi ! ” dengan nada tinggi dan menunjuk ke arah atas. Sontak suasana ini membuat Sopir dan ajudan Wabup geram dan marah-marah sambil memukul meja dan kursi.

Riki Supir Wabup mengatakan, dirinya kesal karena Orang nomor dua diperlakukan seperti itu. Bukan karena Wakil Bupati ia seperti itu melainkan karena memang geram melihat petugas jaga yang tidak beretika.

Saya kesal saja, masa petugas jaga seperti itu! Sama Wabup saja berani membentak lantas bagaimana dengan masyarakat?” . kesal Riki.

Disaat itu, Wabup berusaha menenangkan supirnya yang tersulut emosi dan meminta ajudannya mencatat nama kedua orang oknum petugas tersebut. Wabup lantas menelpon Direktur RSUD DR Pratomo Bagansiapiapi dan diminta untuk menghadap.

Direktur RSUD DR Pratomo Nina Elvita membenarkan kejadian tersebut. “Benar ada insiden tadi petugas kita melakukan hal yang kurang sopan dan tak beretika,” katanya.

Nina berjanji akan melakukan pemanggilan dan mempertanyakan hal ini kepada petugas kesehatan yang melakukan hal itu.

“Kita akan panggil, tentunya akan diberikan teguran serta juga mendengarkan penjelasan mereka,” katanya. Sementara itu sekitar pukul 23.00 WIB terlihat sebuah ambulancae membaw apasien yang akan melahirkan ke Pekanbaru setelah dikeluarkan surat rujukan oleh pihak RSUD Dr Pratomo.***(Chandra)