Drs Irwan MSI
Drs Irwan MSI

Selatpanjang (SegmenNews.com)- Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSI meminta pengusaha kehutanan yang beroperasi di daerahnya menggunakan rel sebagai sarana mengeluarkan kayu dari dalam hutan.

Pola itu harus diterapkan mengingat pemanfaatan kanal yang dibangun perusahaan terindikasi sebagai pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Saya minta perusahaan kehutanan agar dapat menggunakan rel untuk mengeluarkan seluruh potensi yang dikelolanya masing-masing. Ini dilakukan untuk menjaga agar air di permukaan tanah dapat terjaga dan akhirnya bisa mencegah terjadinya Karhutla,” katanya baru-baru ini.

Menurutnya, jika kanal hanya untuk menjaga ketersediaan air tanah, maka tidak akan digali sangat dalam. Kecuali jika kanal dimanfaatkan untuk mengeluarkan potensi yang dikelola perusahaan kehutanan, tentunya tidak cukup jika hanya sedalam 1 meter,” jelasnya.

Penggunaan rel tersebut diminta Irwan bisa dimulai sejak tahun 2015 ini. Sementara perusahaan yang diminta menggunakan rel sebagai percontohan adalah PT Nasional Sago Prima (NSP).

“Kita akan minta PT NSP dapat menjadi percontohan untuk mengeluarkan sagu nantinya menggunakan rel. Jadi tidak menggunakan kanal. Dan itu harus sudah dimulai pada tahun ini,” kata Irwan.

Bupati mengungkapkan kebijakan itu dilakukannya sebagai upaya antisipasi dalam menjaga wilayah Kepulauan Meranti dari resiko kebakaran hutan dan lahan. Apalagi Kepulauan Meranti yang memiliki wilayah bergambut sangat rawan sekali terjadinya Karhutla.

“Kita tidak bisa hanya melakukan upaya pemadaman saja jika terjadinya Karhutla. Kita perlu melakukan antisipasi sejak dini, sehingga Karhutla tidak terjadi, bukan malah memadamkan, tapi mengantisipasi,” pinta Bupati.***(advertorial/her)