Inhil (SegmenNews.com)- Suasana berbeda tampak terlihat pada Minggu (08/02/2015) pagi di Lapangan Gadjah Mada, Indragiri Hilir (Inhil). Hari itu dilaksanakan event Color Fun yang ditaja One Star Event Organizer. Namun sayangnya, kemeriahan acara ternyata menuai protes dan kritik dari warga masyarakat. Terlebih lagi karena yang hadir di acara tersebut, mengenakan busana yang dinilai vulgar.

Meski hadir di acara tersebut, namun pihak Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui siapa yang memberikan izin pelaksanaan kegiatan Color Fun Seribu Parit.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh EO swasta. Siapa yang kasih izin, kita kan gak tahu. Tempat tersebut milik pemda dab berada di bawah Bagian Perlengkapan,” sebut Kadisporbudpar Inhil, Rudiansyah didampingi Kepala Bidang (Kabid) Olahraga, Anwar, Senin (9/2/2015).

Mantan Kadisperindag Inhil ini menyatakan bahwa tim dari color fun tersebut sempat datang untuk menjumpai pihaknya lalu menyarankan agar mereka menjumpai KONI jika kegiatan itu berkaitan dengan olahraga serta menemui MUI jika berkaitan dengan budaya.

“Kemudian mereka menemui Pak Anwar, dan Pak Anwar mengarahkan ke pada KONI jika olahraga dan budaya ke MUI,” sebut Rudi.

Rudi juga menjelaskan bahwa pada awalnya, kegiatan tersebut berupa jalan santai. “Awal kegiatan pelepasan dilakukan dengan pembacaan do’a dan salawat nariah dari Kandepag. Setelah jalan santai, kami pulang dan kami tidak tahu kelanjutannya,” ungkapnya.

Kadisporbudpar Inhil ini juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk acara tersebut. “Mereka datang kemari hanya bilang untuk jalan santai. Masyarakat yang bayar untuk jalan santai dan tidak ada dukungan dari kami,”tandasnya.***(bertuahpos/ran)