Logo Meranti Mengajar(3)Meranti (SegmenNews.com)- Pelopor ‘Meranti Mengajar’ Kabupaten Kepulauan Meranti sejak didirikan mulai melakukan dan turun mengajar perdananya di SDN 12 Desa Mengkikip , Kecamatan Tebing Tinggi di bulan Februari ini.

Dikatakan Ketua Meranti Mengajar, Rudy baru-baru ini bahwa, pendidikan adalah ujung tombak dalam sebuah perubahan, pendidikan juga menjadi tolak ukur untuk menjadikan masyarakat yang sejahtera. Karena dengan tingginya kualitas pendidikan, baik itu dari sarana prasarana hingga pada tingkat jenjang pendidikan seseorang mempengaruhi pola kehidupan yang secara otomatis akan mempengaruhi tingkat ekonomi dimasyarakat.

“Meranti Mengajar ini lahir dari sebuah pemikiran yang kritis terhadap dunia pendidikan, yang saya fikir ini adalah saatnya kita untuk turun tangan langsung membawa perubahan, ini adalah sebuah panggilan jiwa, disaat kebanyakan orang pesimis, brontak dan menolak akan keadaan yang serba memprihatinkan ini, kami memilih untuk turun tangan. Dan ini merupakan tanggungjawab kita bersama, bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, atau instansi terkait, tapi ini menjadi masalah kita semua dan butuh perhatian kita semua,” papar Pelopor Meranti Mengajar dan Ketua Meranti Mengajar, Rudy baru-baru ini.

Lanjutnya, Meranti Mengajar juga mengundang saudra/i untuk ikut mendukung kegiatan Meranti Mengajar, menjadi relawan maupun sebagai Donatur. Karena selain membutuhkan SDM yang baik juga membutuhkan Donatur, agar setiap kali Meranti Mengajar turun kelapangan dapat lebih efektif, karena keinginan Meranti Mengajar kedepan akan mempersiapkan SDM untuk turun langsung kelapangan dengan waktu yang lebih efektif, ikut mengisi kekurangan tenaga pengajar, dengan semangat gotong royong ikut turun tangan membangun kualitas re-generasi yang Mandiri, Tangguh, dan Berkualitas.

Disamping itu, Sekjen Meranti Mengajar, Rustam menjelaskan bahwa Meranti Mengajar sudah mulai turun kelapangan, untuk yang perdana kami turun tangan di 2 desa, yakni Desa Kp. Balak dan Mengkikip. Untuk desa Kp. Balak kita masih mempelajari situasi dan keadaan disana.

“Kita masih Survei, yang di Desa Mengkikip kita berkunjung di SDN 12 Mengkikip. Sebelumnya kita juga sudah survei di Tanjung Katung dan Merindang, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita agendakan kunjungan disana,” jelas Rustam.

Agenda yang perdana Meranti Mengajar di SDN 12 Mengkikip meskipun sebelumnya Meranti Mengajar sudah survei di Tanjung Katung, Merindang Dan Kp. Balak. Seperti yang diungkap oleh Sadam Husen selaku ketua pelaksana di Kp. Balak dan Mengkikip.

“Sebelumnya kita sudah survei juga dibeberapa tempat, dan untuk yang perdana kita menjatuhkan pilihan di SDN 12 Mengkikip dengan berbagai pertimbangan. Saya dan kawan-kawan berangkat pagi Sabtu 7 Februari 2015 dan sore Minggu 8 Februari 2015 kita sudah pulang, Memang waktu kita singkat hanya 2 hari 1 malam, tapi mudah-mudahan ada kesan positif yang mampu kami tinggalkan. Mengingat juga keterbatasan kami, karna ini memang baru perdana, mudah-mudahan selanjutnya bisa lebih efektif”.

“Perjalanan kami menuju lokasi Meranti Mengajar, penuh dengan tantangan. Karena kita memilih jalan darat, yang sudah menjadi rahasia umum bahwa jalan dari Desa Kundur menuju Desa Kp. Balak ini sangat tidak layak untuk dilewati. Dari jalan yang banjir hingga kondisi tanah yang tidak bisa dilewati, singkat ceritanya kami mengalami kerusakan Sepeda Motor, hingga bergotong royong mengangkat sepeda motor. Namun itu tidak menjadikan halangan kami, dan mematahkan semangat kami untuk mengabdi membawa perubahan,” Saddam Husen Kembali.***(rls/Meranti Mengajar)