kabut asap (ilustrasi net)
kabut asap (ilustrasi net)

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dikhawatirkan akan menjadi masalah serius dan menggangu pelaksanaan ivent International Sepak Takraw Federation (ISTAF) di Gedung Gelanggang Remaja Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, tanggal 19-23 Maret nanti. Dimana disini Provinsi Riau menjadi tuan rumah dari peserta 23 negara.

Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau beserta jajaranya, diharapkan dapat mencarikan solusi dan melakukan antisipasi dini. Sehingga pada pelaksanaan Event internasional sepak takraw bergengsi tidak menjadi kendala bagi tamu dari penjuru dunia termasuk daerah timur tengah yang mampir ke Riau.

Pasalnya, sekarang, musim asap sudah mulai timbul di Riau. Jika tetap dibiarkan, tampa asa penanganan khusus, maka Karhuta akan berkembang disetiap sudut hutan Riau. Akibatnya, dapat menyebabkan udara buruk yang menyebabkan penyakit ISPA dan sesak nafas.

“Kita akan segera menghadap Gubernur Riau untuk membicarakan persiapan pelaksanaan ISTAF di Pekanbaru. Serta membicarakan penyelesaian permasalahan yang dihadapi Riau saat ini, seperti kabut asap, supaya dapat diatasi sebelum pelaksanaan Event bergensi ini dimulai,” kata Anggota Komisi B DPRD Riau dan juga ketua Pengprov PSTI Provinsi Riau, Mansyur, Jumat (13/2/15).

Pelaksanaan Event takraw sangat penting di Riau, karena telah “Membangkit batang tarandam”. Pasalnya, olaharaga sepak takraw olahraga kebanggan anak Melayu. Akhir tahun 2014, Riau juara umum sepak takraw di event Sumatera Selatan.

Oleh sebab itu, seluruh stakholder harus bisa bekerjasama dan mendukung pelaksanaan event nanti, dengan cara mencegah dan memadamkan kabakaran lahan didaerah masing-masing. Sebab jika, event ini berhasil dapat menaikkan citra Riua ditingkat Internasional.

Mansyur, mengaku, pelaksanaan event ini memiliki tantangan berat. Selain ancaman asap akibat karhutla, panitia pelaksana juga terganggu karena anggarannya yang belum dimasukkan di APBD murni 2015. Sementara pelaksanaannya menggunakan dana dari PSTI, kabupaten/kota, provinsi dan pusat.

“Kalau soal anggaran relatif ya. Benar kita tidak memiliki anggaran pasti, sebab pembahasan APBD P baru bisa dibahas April besok. Tapi kita akan memakai dana dari PSTI. Namun yang jelas kita minta kepada masyarakat Riau dan perusahaan untuk dapat mendukung event ini melalui pencegahan asap Karhutla di Riau,” ujar Mansyur.***(alind)