Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh ketika melantik puluhan anggota BPD desa Sekodi, Palkun, Kelemantan, Sungai Batang, Ketamputih, Penebal, Pematang Duku, Pematang Duku Timur, Temeran, Damai, Penampi, Kelebuk, Sungai Alam Dan Kuala Alam. Acara tersebut digelar di halaman kantor desa Penebal, kecamatan Bengkalis
Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh ketika melantik puluhan anggota BPD desa Sekodi, Palkun, Kelemantan, Sungai Batang, Ketamputih, Penebal, Pematang Duku, Pematang Duku Timur, Temeran, Damai, Penampi, Kelebuk, Sungai Alam Dan Kuala Alam. Acara tersebut digelar di halaman kantor desa Penebal, kecamatan Bengkalis

Bengkalis(SegmenNews.com)– Saat ini desa-desa di kabupaten Bengkalis bisa dikatakan sebagai desa miliarder. Setiap tahun, desa mendapat kucuran dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis mencapai Rp 3 miliar, terdiri Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 1 miliar, Instruksi Bupati untuk Program Penguatan Infrastruktur Pedesaan (Inbup-PPIP) Rp 1 miliar dan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Rp 1 miliar.

Kemudian dengan diberlakukan Undang-Undang UU Nomor 6 Tahun 2014, desa akan mendapat suntikan anggaran lagi dari pemerintah pusat. Sehingga menambah besarnya anggaran. Untuk itu, tugas Badan Permusyaratan Desa (BPD) dan kepala desa (kades) akan semakin berat dalam menyusun program pembangunan desa.

Hal itu dikatakan Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh ketika melantik puluhan anggota BPD desa Sekodi, Palkun, Kelemantan, Sungai Batang, Ketamputih, Penebal, Pematang Duku, Pematang Duku Timur, Temeran, Damai, Penampi, Kelebuk, Sungai Alam Dan Kuala Alam. Acara tersebut digelar di halaman kantor desa Penebal, kecamatan Bengkalis, Selasa (17/02/2015).

“Tugas BPD kedepan semakin berat, kendati sumber anggaran pendapatan desa berbilang besar, jangan menjadi alasan bagi pemerintah desa untuk berpangku tangan,” ujar Herliyan.

Kondisi ini, lanjut Bupati, mestinya mendorong Kades dan BPD untuk lebih kreatif dalam menggali segala potensi desa, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa.

Lebih lanjut Bupati bergelar Datuk Setia Amanah Junjungan Negeri ini menjelaskan, sebagai desa miliarder, tentu membutuhkan manajemen tata kelola keuangan desa yang baik dan transparan.

“Oleh karena itu, BPD dan seluruh elemen masyarakat desa harus selalu memantau dan mengawasi pengelolaan keuangan desa. hal ini penting, agar pemanfaatan dana desa sesuai skala prioritas pembangunan di desa”, imbuh Bupati.

Demi terwujudnya hal diatas, Bupati Herliyan minta kepada Kades agar bisa bekerja sama dengan BPD, jangan mengedepankan ego pribadi atau kelompok. Karena pembangunan desa harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penggunaanya harus melibatkan BPD.

Selain melantik anggota BPD, Bupati Herliyan juga berkesempatan menyerahkan empat buah mobil ambulance desa yang diperuntukan bagi desa Penebal, Penampi, Tameran, dan Sungai Alam.  Selain ambulance desa turut diserahkan puluhan Rumah Layak Huni (RLH) dan kartu Jamkesmasda.

Tampak hadir Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD), H Ismail, Camat Bengkalis, Djamaluddin, serta sejumlah pejabat teras lingkup Pemkab Bengkalis.***(adv/man)