Kampar (SegmenNews.com)- Komisi III DPRD Kabupaten Kampar mempertanyakan Program realisasi Program Desa Mandiri dan energi terhadap masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kampar secara keseluruhan juga diminta tak hanya sekedar menghimbau masyarakat untuk menggalakkan penanaman tanaman pangan melalui baliho-baliho yang tersebar di berbagai titik di Kabupaten Kampar. Namun dinas dihimbau untuk memberikan bukti nyata bahwa program ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Kampar.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Komisi III DPRD Kampar Iib Nursaleh usai memimpin hearing dengan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan di Gedung DPRD Kampar, Senin (23/2) sore. Hearing ini dihadiri Ketua Komisi III Zumrotun dan anggota diantaranya Rachmat Jevari Juniardo.

Dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan langsung dipimpin kepala dinas Hendry Dunan, sejumlah kepala bidang dan seksi dan staf Lainnya. Disebutkan Iib, hearing ini sengaja mengundang Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan untuk mengekspos kegiatan apa saja yang telah terlaksana selama tahun 2014 dan program apa saja yang akan dilaksanakan pada tahun 2015.

Salah satu yang dipertanyakan adalah mengenai sejauh mana kesiapan dinas ini dengan pencanangan desa mandiri pangan dan energi. Program ini diantaranya adalah menggalakkan penanaman seperti cabe, bawang dan sayur-sayuran,

Bagaimana langkah Dinas Pertanian dalam menyikapi ini,ujar politisi muda Partai Golkar tersebut.juga menyoroti banyaknya baliho-baliho himbauan dari dinas bersangkutan. Hendaknya himbauan melalui baliho ini diiringi oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan memberikan kemudahan dan layanan kepada masyarakat untuk mendukung kegiatan pertanian di tengah masyarakat.

Misalnya bibit unggul itu seperti apa, dimana bisa diperoleh bibit unggul itu, ketika ditanya dimana bisa diperoleh bibit unggul itu, ketika butuh bibit itu ada. Kemudian mana kelompoknya yang sudah dibina, sejauh mana program itu bisa mempermudah masyarakat. Jadi jangan hanya sekedar jargon saja. Sebab anggaran untuk baliho itu kan cukup besar juga,

Pria yang juga berasal dari daerah pemilihan Siak Hulu dan Perhentian Raja itu juga berjanji bersama anggota Komisi III DPRD lainnya untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, juga minta program yang telah digagas Bupati Kampar ini betul-betul dipahami oleh dinas bersangkutan dan program itu benar-benar terealisasi.

“Kendalanya selama ini Bupati menerima laporan oke namun kecolongan ternyata program belum jalan, hendaknya antara dinas dengan program Bupati ini bersinergi,” ucap Lib Nursaleh.

Komisi III DPRD Kampar juga akan memantau program lainnya di dinas ini seperti pemanfaatan lahan pekarangan seluas 56 hektar untuk kegiatan pertanian dan tanaman pangan dengan turun ke lapangan dalam waktu dekat.***(ali)