a pondok pesantrenSelatbaru(SegmenNews.com)– Perhatian Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh terhadap pembangunan sektor pendidikan agama, khususnya Pondok Pesantren sangat besar. Hal ini ditunjukan adalah, menjadikan Pondok Pesantren Modern Nurul Hidayah, Desa Pasiran, sebagai binaan pemerintah daerah.

“Salah satu program Bupati Bengkalis dalam bidang pendidikan, menjadikan Kota Bengkalis sebagai pusat pendidikan. Salah satunya komitmen Ponpes Modern Nurul Hidayah sebagai binaan Pemda,” ungkap Pimpinan Pondok Pesantren, Ustatd Ahmad Pamuji, Selasa malam (24/2) pada acara Tabligh Akbar Perkemahan Ponpes Modern Nurul Hidayah tahun 2015 di Lapangan Sepakbola Desa Selatbaru.

Selain dihadiri Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, turut hadir pada malam itu, anggota DPRD Bengkalis, Syofian, sejumlah Kepala SKPD Bengkalis, Sekcam Bantan, tokoh masyarakat dan para orang tua santriwan dan santriwati. Pada acara itu juga diisi tausiah oleh ustadz Yurnalis dari Pekanbaru.

Untuk mendukung keperadaan Ponpes Modern Nurul Hidayah sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan, pada tahun 2014 lalu Pemkab Bengkalis membantu sarana dan prasarana pendukung. Bantuan tersebut berupa pembangunan gedung 6 lokal ruang belajar  mengajar, 1 unit gedung serbaguna, 1 unit gedung galeri seni dan 1 unit gedung multi media.

“Alhamdulillah, sarana tersebut sudah dimanfaatkan oleh para santriwan dan santriwati. Untuk itu kami atas nama keluarga besar Ponpes Modern Nurul Hidayah mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bengkalis yang sangat peduli,” ungkapnya di hadapan para santri dan warga setempat.

a pondok pesantren 2Diungkapkan Ust Ahamad Pamuji, upaya untuk memajukan dunia pendidikan, terlebih pendidikan bidang agama merupakan tanggungjawab bersama. Siapa pun orangnya, tidak memandang profesinya, baik itu ustad, pimpinan pondok pesantren dan pemerintah, mempunyai tanggungjawab untuk membangun membangun daerah ini.

“Untuk itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat di daerah ini, bersama-sama bergandeng tangan untuk memajukan Ponpes Modern Nurul Hidayah. Siapa yang bisa berzariah dengan harga silakan, berzariah dengan ilmu silakan dan berzariah dengan jabatan silakan. Allah akan membalas dengan amal ibadah,” ungkap Pamuji.

Saat ini, jumlah santriwan dan santriwati Ponpes Modern Nuruh Hidayah sebanyak 800 orang. Dari jumlah itu, asrama yang ada sudah over kapasitas, sehingga pimpinan Ponpes, ust Pamuji berharap adanya bantuan dari berbagai pihak dan Pemkab Bengkalis untuk pembangunan asrama. “Saat ini, asrama yang ada dua unit, yakni asrama putra dan putri dengan kapasitas 600 jiwa, sehingga overkapasitas. Jika tidak ada penambahan asrama,  untuk tahun 2015 ini, kami hanya bisa menerima siswa sesuai dengan berapa yang tamat saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh mengatakan keberadaan Ponpes sangat penting di tengah pengaruh globalisasi, untuk membentuk generasi muda Islami yang dibekali dengan ilmu agama. Oleh karenanya, salah satu program strategis Pemkab Bengkalis dalam sektor pendidikan, adalah mewujudkan pondok pesantren unggulan.
“Berbekal dengan pendidikan agama yang dimiliki, kelak kalian akan menjadi generasi Islami sebagai calon pemimpin bangsa. Selama menempuh pendidikan di ponpes ini, saya berharap agar kalian tekun dan giat belajar mendalami ilmu-ilmu agama,” ungkap Herliyan.***(advertorial/hms/man)