ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Untuk mematangkan pembuatan hujan buatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan melaunching Siaga Darurat untuk Riau, di posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau, di Lapangan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadi, Senin (2/3/2015).

Selain itu, 2 pesawat yang dipinjamkan oleh BNPB dari Panglima TNI yaitu pesawat Cassa dan CN 295 sudah mulai begeser ke Posko Karhutla Riau. Pesawat tersebut akan digunakan untuk membuat hujan buatan.

“Kita akan melauncing Siaga Darurat di Posko Karhutla yang akan dilauncing oleh Plt Gubri, Senin depan, dan mulai aktif kembali dengan sempurna posko tersebut,”kata Kepala BLH Riau, Yulwiriawati Moesa, Jumat (27/2/2015).

Ia juga menuturkan, untuk melauncing Siaga Darurat ini semua stakeholder terkait berupaya mencegah kebakaran tidak meluas di Riau. “Artinya kita bersama-sama, baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga kabupaten/kota berupaya agar kebakaran-kebakaran yang sudah terjadi tidak meluas,”katanya.

“Untuk pembuatan hujan buatan perdana, kita akan menggunakan sisa stok garam tahun lalu, sebanyak 25 Ton yang ada di Posko Karhutla,”kata Mantan Direktur RSUD Arifin Achmad ini.

Selain itu, berdasarkan data Karhutla Monitoring System (KMS) titik api di Riau terpantau sebanyak 16 titik api, dimana titik api tersebut berada di Bengkalis 5 Titik Api, Inhil 1 titik, Kampar 1 titik, Pelalawan 1 titik, Siak 4 titik, Rokan Hilir 2 titik, Rohul 1 Titik.

Yul menuturkan Karhutla di Riau kebanyakan titik api diproduksi di daerah pesisir. Hal ini disebabkan daerah pesisir merupakan lahan gambut dan gampang terbakar. “Oleh sebab itu dengan upaya hujan buatan ini, kita tidak menginginkan lagi Riau sebagai pengimpor kabut asap hingga ke negara tetangga dan kita harapkan juga karhutla saat ini terjadi tidak separah dari tahun-tahun sebelumnya,”katanya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan operasi modifikasi cuaca untuk menghasilkan hujan buatan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau akan digelar selama 30 hari pada Maret 2015.***(hlc/ran)