Kakan Kemenag Rohul Hadiri Milad IV MTs Darul Quran
Kakan Kemenag Rohul Hadiri Milad IV MTs Darul Quran

Rokan Hulu(SegmenNews.com)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, hadiri peringatan Milad (hari lahir) ke IV MTs Darul Quran Darussalam Desa Bukit Intan Makmur (BIM) Kec Kunto Darussalam, Kamis (5/3/2015) bertempat di Desa BIM. Peringatan Milad tersebut berlangsung meriah dan dihadiri 2000 orang jamaah.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Rohul Drs H Achmad MSi yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga HM Djen M.MPd, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, beberapa orang anggota DPRD Rohul, Camat Kunto Darussalam, Kades BIM Ponimin, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pimpinan Ponpes se Kunto Darussalam, dan ribuan umat Islam lainnya.

Acara Milad diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti lomba pidato, MTQ, pestival rebana/nasyid, dan berbagai penampilan lainnya dari para santri, serta tabligh akbar yang diisi dengan pengajian Alquran oleh Qari Internasional Jakfar Hasibuan dari Kota Medan dan ceramah agama oleh Al-Ustadz Idris Aritong S Sos I juga dari Kota Medan Sumatera Utara.

Kakan Kemenag Rohul Ahmad Supardi Hasibuan dalam sambutan pengarahannya, mengatakan bahwa berdasarkan pengamatannya selama ini, MTs Darul Quran Darussalam ini, termasuk madrasah yang cukup pesat perkembangannya. Hal ini menunjukkan bahwa madrasah ini cukup maju dan berkembang.

Menurutnya lagi, MTs ini dari sisi bangunan fisiknya juga cukup maju, sebab dua tahun lalu ketika dirinya datang ke sini, belum ada bangunan sama sekali, tetapi Alhamdulillah dua tahun terakhir ini, sudah mengalami perkembangan yang cukup significant. Hal yang sama juga terjadi pada perkembangan murid atau santrinya.

Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Riau ini, lebih lanjut mengatakan bahwa madrasah dan atau pondok pesantren adalah pendidikan yang relevan pada masa lalu, relevan masa kini, dan relevan dimasa mendatang.

Oleh karenanya, kita tidak perlu heran, jika system pendidikan pondok pesantren banyak dicontoh oleh lembaga pendidikan yang menamakan dirinya sekolah internasional, seperti boarding school (asrama) yang memang menjadi cirri khas utama pondok pesantren.

Selain itu, penggunaan bahasa internasional seperti bahasa Arab dan bahasa Inggris, materi pelajaran dengan menggnakan kitab-kitab yang berbahasa internasional, yakni berbahasa Arab, dan bahkan ada beberapa pondok pesantren yang bahasa hari-harinya adalah bahasa internasional, yaitu Arab dan Inggris.***(rls)