Pekanbaru(SegmenNews.com)- Komisi A DPRD Riau Sidak ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru untuk melihat secara langsung kondisi dan situasi Rudenim itu. Pasalnya, dewan sudah gerah mendengar banyak laporan dari masyarakat terkait, warga imigran berkeliaran secara bebas di Kota Pekanbaru tanpa pengawasan.

Diantara anggota dewan turun yakni, Wakil Ketua Komisi, Abdul Vattah Harahap, Sekretaris komisi A, Suhardiman Amby, Taufik Arrahman, M Arfah dan lain lain. Imigran terdaftar di Pekanbaru ada sekitar 500 orang yang tinggal di Rudenim belakang MTQ dan disalah satu tempat di Rumbai Pekanbaru.

Wakil Ketua Komisi, Abdul Vattah Harahap mengatakan, laporan dari masyarakat sudah dari dulu dan sering disampaikan kepada dewan. Seperti, warga imigran telah menjadi gigolo serta bebas berkeliaran disetiap sudut di Pekanbaru khususnya Provinsi Riau. Sedangkan status mereka adalah titipan UNHCR yang ingin pergi ke Australia.

“Selain menindaklanjuti laporan masyarakat, kita juga ingin melihat situasi dan kondisi rumah tananan itu. Ternyata disana ruangannya sudah over kapasitas atau sempit akibatnya banyaknya imigran yang datang ke Riau. Setelah kunjungan, maka kita akan mencarikan solusi terbaik supaya, kerjasama antar dunia ini tidak rusak,” kata Abdul, Jumat (6/3).

Untuk mencari solusi terbaik, maka dewan berkesimpulan untuk membicarakan dengan instansi terkait. Maka hari senin besok sebanyak 12 stakeholder akan dipanggil untuk rapat dengar pendapat (Hearing). Inti dari pertemuan nanti yaitu mencarikan tempat khusus bagi mereka. Diantara stakeholder dipanggil yaitu, pihak Pemprov, Rudenim, imigrasi, TNI AL, AU, Korem, Bea Cukai, polisi dan lain-lain. Sebab stakeholder ini yang lebih menguasai penempatan imigran ini.

Kalau bisa, imigran akan ditempatkan disebuah pulau seperti Pulau jemur Rohil. Sehingga mereka tidak lagi bisa berkeliaran sesuka hati, karena pulau itu dikelingi oleh lautan. Sementara masyarakat lokal tidak merasa terganggu dengan kehadiran mereka itu.

“Sekarang kita akan membicarakan dan mencari tempat tinggal khusus bagi mereka dan tempatnya yang jauh dari pemukiman masyarakat, seperti di salah satu pulau kosong, seperti Pulau Jemur Rohil. Nanti di pulau itu akan dibangun tempat tinggal khusus untuk Rudenim.

Sementara Kepala Rudenim Pekanbaru Santoso, menjelaskan, imigran adalah orang pencari suaka ke negara lain salah satunya Australia. Keberangkatan mereka dari negara asal dilindungi oleh lembaga dunia UNHCR.

Kedatangan mereka ke Riau tidak untuk mencari masalah namun menyelamatkan diri dari konflik yang melanda negaranya. Nanti imigran akan diproses lalu diberangkatkat ketempat yang sudah ditentukan oleh UNHCR.

Keberadaan Rudenim di Riau, merupakan dibawah tanggungjawab RUdenim dan ada juga dari Imigrasi. Sekarang imigran ini sedang menunggu penempatan, jika sudah ada panggilan, maka mereka langsung akan berangkat kenegara yang ditentukan.

“Memang disini imigran kita izinkan untuk keluar membeli kebutuhan dan atau jalan jalan. Sebab mereka ini merupakan pencari suaka yang sedang menunggu penempatan dari UNHCR. Jadi mereka ini sebenarnya ingin menyelamatkan diri dan tidak mencari rusuh,” jelas Santoso.***(ran)