12 Instansi Rapat Cegah Imigran Berkeliaran di Riau
12 Instansi Rapat Cegah Imigran Berkeliaran di Riau(foto ilistrasi)

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Sebanyak 12 intansi vertikal dan horizontal melakukan rapat bersama diruang medium DPRD Riau, untuk membahas solusi antisipasi kebebasan warga imigran yang ingin mencari suaka ke Australia dan transit di Indonesia khususnya Riau, Senin (9/2).

Hasil dari pertemuan itu, rapat memutuskan untuk mengambil langkah pertama dengan cara mengekang kebebasan warga imigran untuk berkeliaran selama 24 jam di diluar dan dalam Provinsi Riau. Pasalnya sudah banyak informasi yang diterima, bahwa warga imigran sudah banyak menikahi gadis lokal khususnya warga Melayu, serta informasi negatif lainnya.

Kemudian langkah selanjutnya, berkemungkinan, warga ini akan diletakkan disuatu tempat khusus, seperti dipulau terpencil. Sehingga warga imigran tidak bisa berkeliaran karena lokasi itu dikelilingi lautan.

“Untuk mengantisipasi imigran gelap berkeliaran, akan kita lakukan secara berlahan. Sehingga, imigran tidak bebas berkeliaran di Riau ini lagi,” kata Ketua Komisi A DPRD Riau, juga selaku pemimpin rapat bersama, Azmi Septiadi.

Dalam rapat perwakilan dari berbagai instansi, diantaranya, DPRD Riau, TNI AL, AU, Korem, Polda, Kesbangpolimas, Pemko Pekanbaru, Imigrasi, Kabinda, Kejati Riau, Kanwil Kemenkum dan HAM dan lain-lain, mengakui penindakan tegas warga imigran tidak ada wewenang daerah, namun pusat.

Karena pemerintah pusat sudah membuat menjalin kerjasama dengan lembaga Internasional UNHCR, untuk bisa mentransit warga imigran yang hendak mencari suaka ke Australia dan beberapa daerah yang sudah ditunjuk. Jadi pemerintah daerah harus mematuhi perintah pusat.

Untuk mengantisipasi gangguan terhadap masyarakat, mau tidak mau, pemerintah harus mencari jalan supaya warga imigran aman dan masyarakat nyaman. Terkait keamanan imigran, maka Komisi A DPRD Riau yang membidangi pemerintah dan hukum ditunjuk sebagai pencari solusi dari permasalahan ini.

“Memang di Pekanbaru pihak Imigran tidak bisa. Tapi akan kita pikirkan tempat khusus untuk imigran supaya masyarakat tidak merasa terganggu dengan keberadaan warga imigran ini,” jelas Azmi.Baca Selanjutnya: Imigran Dicurigai Anggota ISIS.***(ran)