Imigran di Riau Dicurigai Anggota ISIS (foto ilustrasi)
Imigran di Riau Dicurigai Anggota ISIS (foto ilustrasi)

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kepala Badan Inteliigen Daerah (Kabinda), Brigjen TNI Bambang Yogatama mengatakan bahwa TNI tidak tahu apakah pelarian dari negara para Imigran yang datang ke Provinsi Riau pada umumnya Timur Tengah ke Indonesia dengan alasan kehidupan terancam atau hanya sebagai memiliki tujuan lain. Seperti mafia narkoba atau teroris.

Sebab ada beberapa warga imigran yang tidak mengalami konflik. Contoh warga Pakistan dan Irak. Dan dari informasi yang diterimanya, ada diantara imigran yang menjadi anggota dari kelompok Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS).

Menurut data dari Imigrasi dari 11 ribu imigran yang ada di Indonesia, sekitar 1000 orang imigran itu berada di Provinsi Riau. Sementara wewenang penuh terhadap keamanannya selama ini yakni pihak Imigrasi.

“Kami sudah mendapatkan informasi, bahwa dari imigran tersebut ada menyusup anggota militan ISIS yang ingin mengembangkan ajarannya di Riau. Anggota direkrut diajak dengan alasan Umroh, namun mereka dibawa ke Suriah untuk bergabung dan latihan menjadi militan ISIS,” jelas Bambang.

Sementara Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, mengaku Pa+da rapat Muspida akhir tahun 2014 lalu, Walikota tegas menolak tambahan imigran. Namun pada Februari 2015, datang perwakilan UNHCR menemui Walikota dan minta pemko akomodatif tempat tinggal warga imigran.

Kemudian imigran ditempatkan di beberapa wisma di Pekanbaru, yakni Wisma Panel di Rumbai, Wisma Novi di Kampar, Wisma Satria di Jalan Tengku Cik Di Tiro, Wisma Coup di belakang Hotel Ratu Mayang Garden dan Rumah Detensi Imigran (Rudenim) Pekanbaru.

“Saya berharap, warga imigran diletakkan disatu titik di Pekanbaru, sehingga memudahkan pengawasan dan pengontrolan. Namun melalui hearing tadi, maka untuk tempat imigran diserahkan kepada pihak DPRD Riau, karena di Pekanbaru tidak ada yang setuju imigran untuk ditempatkan,” kata Ayat. Baca sebelumnya 12 Instansi Rapat Cegah Imigran Berkeliaran di Riau.***(ran)