Kemenag : Banyak Tokoh Besar Lahir dari Rahim Madrasah dan Ponpes
Kemenag : Banyak Tokoh Besar Lahir dari Rahim Madrasah dan Ponpes

Rokan Hulu(SegmenNews.com)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, buka secara resmi Latihan Dasar Kepemiumpinan (LDK) yang ditaja oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Ujungbatu, yang diikuti sebanyak 450 peserta, terdiri dari siswa/i MTsN Ujungbatu, Jumat (6/3/2015) bertempat di Ujungbatu.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut, Kepala dan Wakil Kepala MTsN Ujungbatu, para majelis guru dan Pembina, Kepala Tata Usaha dan staf, Para Nara sumber yang telah ditunjuk pihak panitia penyelenggara, dan 450 peserta LDK MTsN Ujungbatu.

Kakan Kemenag Rohul Ahmad Supardi Hasibuan, dalam sambutan pengarahannya menyatakan bahwa siswa/i madrasah adalah calon-calon pemimpin umat di masa yang akan datang, sebab madrasah dan juga pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan yang sangat potensial melahirkan pemimpin umat.

Sejarah mencatat bahwa sebelum Indonesia merdeka, termasuk saat Indonesia Merdeka, dan juga pasca kemerdekaan sekarang ini, banyak tokoh-tokoh besar yang lahir dari rahim madrasah dan pondok pesantren. Oleh karena itu, tidak perlu ragu untuk belajar di madrasah dan pondok pesatren, tegasnya.

Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Riau ini, mengharapkan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sebab dari sini akan diperoleh ilmu pengetahuan, pengalaman berinteraksi dengan orang lain, termasuk pengalaman memimpin.

Hasibuan lebih lanjut menyatakan, madrasah dan pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang relevan pada masa dahulu, relevan pada masa kini, dan relevan pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, para santri harus rajin belajar, menimba dan menggali serta mengembangkan ilmu pengetahuan.

Diakuinya bahwa persaingan saat ini dan bahkan di masa mendatang, adalah persaingan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Makanya sejak dahulu kala, Nabi Muhammad SAW sudah mengingatkan kita untuk belajar ilmu pengetahuan, bahkan pidato Allah SWT ketika melantik Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, adalah perintah untuk membaca.

Membaca adalah sebuah aktifitas yang sangat erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan. Dengan membaca ilmu pengetahuan dikuasai. Dengan membaca ilmu pengetahuan dapat diterapkan. Dengan membaca ilmu pengetahuan dapat dikembangkan. Dan dengan membaca ilmu pengetahuan dapat diajarkan untuk kesejahteraan umat manusia.***(rls)