Pekanbaru(SegmenNews.com)- Aliansi Mahasiswa Pemuda Pekanbaru (Amper) mendatangi Komisi I DPRD Pekanbaru, Selasa (17/3/2015). Kedatangan mereka cuma beberapa orang saja dan diterima anggota Komisi I, Yose Saputra di ruang Komisi I.

Kedatangan Amper ini terkait meminta memediasikan proses hukum yang menjerat kawan-kawan mereka di Polresta Pekanbaru, terkait dugaan pengrusakan di Mal Pekanbaru (MP). Apalagi sekarang 4 anggota Amper ditahan di Polresta Pekanbaru.

“Kami minta Komisi I untuk memediasikan proses hukum,” kata perwakilan Amper, Dedi Harianto di sela-sela pertemuan.

Sebelumnya, penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru menetapkan empat pendemo penutupan paksa MP Club di Jalan Sudirman Pekanbaru sebagai tersangka. Hal itu dilakukan penyidik setelah menemukan dua alat bukti cukup.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Haryanto Watratan dikonfirmasi menjelaskan, keempat tersangka bernama Hendrik, Lucky Oktawiranda, M Ihsan dan Al Mukriam.

“Keempatnya dijerat dengan Pasal 170 KUHP yang mengatur tentang melakukan kekerasan terhadap orang atau barang secara bersama-sama dimuka umum,” katanya, Senin (16/3/2015).

Sebelumnya, petugas Sabhara Polresta mengamankan sekitar 19 orang massa dari Aliansi Mahasiswa Pekanbaru (Amper) sewaktu berdemo di kawasan Mall Pekanbaru dan Senapelan Plaza. Dari jumlah itu, 15 orang ditetapkan sebagai saksi dan empat tersangka.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan dan rekaman CCTV Mall Pekanbaru, ditemukan alat bukti yang cukup kuat untuk menetapkan keempatnya sebagai tersangka. Sisanya, 15 orang diperbolehkan pulang,” ujar Robert, Senin (16/3/2015).

Para tersangka, lanjut Kapolresta, diduga melakukan pengrusakan menggunakan batu dan kayu di kaca serta lift di mal tersebut.

Penyidik telah menyita sejumlah alat bukti berupa kayu, batu dan plang parkir yang digunakan untuk melempar kaca.

Sebelumnya, ratusan massa yang tergabung dalam Amper mendesak Walikota Pekanbaru untuk menutup tempat hiburan malam di Mall Pekanbaru dan Senapelan Plaza di Jalan Teuku Umar, Sabtu (14/3) tengah malam.

Massa yang menyebut tempat hiburan itu sebagai milik seorang pengusaha berinisial DH itu, terpancing emosinya setelah menerima lemparan dari sejumlah orang berpakain preman di dalam mall tersebut.***(snc/lipo)