Sosialisasi BOS Ditingkatkan Menjadi Monev
Sosialisasi BOS Ditingkatkan Menjadi Monev

Rokan Hulu(SegmenNews.com)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengharapkan kepada seluruh Tim Manajemen Pengelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS), agar meningkatkan sosialisasi BOS menjadi Monitoring dan Evaluasi (Monev) dana BOS, sehingga dapat dipastikan penggunaannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian dikatakan Kakan Kemenag Rohul, ketika memberikan pengarahan kepada 57 Kepala Madrasah pengelola dana BOS di lingkungan Kemenag Rohul, Selasa (31/4/2015) bertempat di Islamic Convention Centre Masjid Agung Madani Islamic Centre (MAMIC) Pasir Pengaraian.

Dikatakannya, beberapa hal penting yang harus dipastikan di masing-masing madarasah pengelola dana BOS adalah : Pertama, memastikan bahwa di masing-masing madrasah telah ada Tim Manajemen BOS yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Madrasah yang bersangkutan.

Kedua, memastikan bahwa pengelolaan dana BOS dibuatkan dalam bentuk Buku Kas Umum (BKU), sehingga jelas berapa pemasukan dan berapa pengeluaran, termasuk untuk apa pengeluaran, sebab uang Negara harus dikelola sesuai dengan mekanisme keuangan Negara.

Ketiga, meneliti secara seksama apakah penggunaasn dana BOS, telah sesuai dengan 13 item, yang telah ditetapkan dalam pedoman pengelolaan dana BOS, sebab dana BOS tidak boleh digunakan di luar 13 item tersebut, dan tidak boleh tumpang tindih dengan anggaran lain yang telah tersedia.

Keempat, memastikan bahwa setiap pembayaran, pembelian, pengadaan, dan lain sebagainya, harus dipastikan bahwa, hal tersebut didukung dengan bukti yang outentik, seperti kwitansi, tanda terima, dan lain sebagainya. Jika ada barang yang dibeli, maka barangnya harus ada dan tercatat dalam inventaris.

Ahmad Supardi yang mantan Kepala Humas dan Kepala Perencanaan Kanwil Kemenag Riau ini, mengatakan bahwa Kemenag Rohul mengucurkan dana BOS setiap tahunnya untuk madrasah sekitar Rp4 Milliar setiap tahunnya, yang diperuntukkan untuk 64 MI, MTs, dan MA se Rohul.

Dikatakannya, besaran dana BOS kepada masing-masing madrasah, ditentukan berdasarkan jumlah muridnya, dimana untuk MI Rp700 ribu per murid per tahun; MTs Rp1 juta per murid per tahun; dan MA Rp 1,2 juta per murid per tahun. Sedangkan pembayarannya dilakukan sekali dalam tiga bulan.***(rls)