Pekanbaru(SegmenNews.com)– Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP/MTS sederajat tahun pelajaran 2014/2015 pada tanggal 4-6 Mei, menggunakan program jujur. Pasalnya
penilaian ujian dan penentuan kelulusan siswa diserahkan 100 persen kepada sekolah.

Tingkat kelulusannya tidak memiliki nilai rata-rata minimal. Namun ada rumus baru yang akan disampaikan oleh Kemendikbud RI untuk menilai hasil ujian sebelum pelaksanaan UN SMP sederajat nanti.
Jadi pelaksanaan UN SMP sederajat tahun ini tidak sesusah tahun sebelumnya.

Makanya pemerintah tidak terlalu menghebohkan bagaimana pelaksanaan UN dan cara penilaiannya. “Tahun ini terjadi perubahan yang mendasar terhadap pelaksanaan dan penentuan
kelulusan UN SMP sederajat. Karena penilaian dan penentuan kelulusan diberikan kewenangan kepada sekolah itu sendiri,” kata Kepala UPT P2 PAUDNI, Disdikbud Riau, Abdul Kadir, pada pelatihan kompetensi guru mata pelajaran UN
SMP di Pekanbaru.

Nanti Kemendikbud akan melakukan pemetaan terhadap sekolah yang bermutu atau tidak. Sebab kelulusan siswa tidak menggunakan Nilai Ebtanas Murid (NEM) tertinggi, seperti tahun lalu.
Meski diberi kewenangan terhadap sekolah terhadap penentuan kelulusan siswa.

Namun Kemendikbud RI, juga akan memberikan reward kepada guru dan panitia ujian yang telah melaksanakan penilaian dengan jujur.  Penilaian reward tidak harus tingkat kelulusannya 100 persen. Tetapi ada cara penilaian sendiri yang dilakukan oleh tim penilai dari Kemendikbud guru dan panitia ujian. Cara penilain itu tidak dibeberkan kepada publik. Jadi, guru dan panitia ujian harus serius dan jujur melakukan penilaian terhadap siswa. Jangan asal menilai. Karena bagi nilai yang tidak jujur nanti
akan mudah diketahui oleh Kemendikbud itu sendiri.

“Pemberian reward ini akan diberikan sekitar tiga bulan setelah pelaksanaan UN. Sebab penilaian kejujuran guru, Kemendikbud sangat selektif. Apalagi penilaian dilakukan untuk semua guru dan panitia ujian diseluruh Indonesia,” jelas Kadir.

Sebagai persiapan guru menghadapi UN menggunakan program jujur dari Kemendikbud RI, Kemendikbud telah melakukan pelatihan kompetensi guru mata pelajaran UN SMP se Riau selama satu minggu di Pekanbaru. Peserta terdiri dari guru Matematikan, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Tujuannya untuk meningkatkan kompetisi menganalisa dan mengidentifikasi penyebab rendahnya nilai UN tahun kemarin. Kemudian mendalami materi model-model pembelajaran yang akan muncul di UN tahun ini.

Sehingga dengan penganalisaan ini, dapat memberikan pelatihan terhadap siswa supaya dapat melaksanakan ujian dengan baik nanti. Dengan harapan seluruh siswa dapat lulus 100 persen.

“Total peserta UN SMP, MTS, SMPLB dan Paket B sekitar 101.654. Dengan perincian peserta laki-laki 49.900 dan Perempuan 51.754,” sebut Kadir.***(alind)