Kemenpora Hancurkan Mimpi 'Messi Indonesia'? (Foto: Tristan Alif Naufal saat bertemu Menpora. (istimewa))
Kemenpora Hancurkan Mimpi ‘Messi Indonesia’? (Foto: Tristan Alif Naufal saat bertemu Menpora. (istimewa)

SegmenNews.com- Pembekuan PSSI oleh Menpora disadari atau tidak berdampak besar bagi insan sepakbola Tanah Air. Salah satunya kepada pemain cilik berbakat Tristan Alif Naufal yang disebut-sebut sebagai Messi Indonesia.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuat langkah tegas. Kementerian pimpinan Imam Nahrawi itu membekukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Tindakan tegas Kemenpora ini dilakukan karena PSSI tidak menggubris tiga kali surat teguran yang mereka kirimkan. Ini menjadi puncak “kemarahan” Kemenpora atas kebandelan induk sepakbola nasional tersebut.

Namun, langkah pemerintah ini bisa berdampak buruk bagi sepakbola nasional. Sebab, hal ini bisa saja mengundang sanksi dari Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) karena dinilai sebagai sebuah intervensi.

Lalu, siapa yang bakal jadi korban jika nantinya FIFA menjatuhkan sanksinya? Klub, tim nasional dan juga pemain bisa menanggung risiko. Tak terkecuali pemain muda berbakat Indonesia yang bermimpi tampil di luar negeri.

Sebut saja Tristan Alif Naufal yang sebenarnya punya peluang membela klub Belanda, Ajax Amsterdam. Mimpi Alif yang sering disebut sebagai Messi Indonesia itu untuk berkiprah di Eropa bisa saja buyar jika FIFA akhirnya menjatuhkan sanksi.

Pasalnya, FIFA bakal mengeluarkan titah agar negara anggotanya tidak berurusan dengan Indonesia. Lantas apa yang akan dilakukan Kemenpora jika hal tersebut terjadi?

“Kalau kecewa yah pasti kecewa (Alif batal ke Ajax), tapi kalau sudah seperti itu mau gimana lagi. Jujur saya belum tahu kalau nantinya seperti itu,” ujar ayah Alif, Ivan Triatno, ketika dihubungi VIVA.co.id, Senin malam 20 April 2015.

Selama ini, Kemenpora pun seperti tak terlalu peduli dalam kasus Alif. Kemenpora malah sibuk mengurusi PSSI tanpa memberi perhatian lebih terhadap mimpi anak bangsa untuk mengharumkan nama negara.

Dalihnya, Kemenpora tak bisa mengusahakan izin tinggal keluarga Alif di Belanda karena merupakan wewenang Kementerian Luar Negeri. Jika tak bisa membantu, haruskah Kemenpora membuat langkah yang bisa menghancurkan mimpi ‘Messi Indonesia’ itu? ***

Red: hasran
Sumber: viva.co.id