rampokPekanbaru(SegmenNews.com)– Beruntung, Widia (27), warga Perumahan Wadya Graha Panam, selamat dari perampokan yang menimpanya, setelah berhasil mempertahankan tas miliknya yang hendak dirampas perampok. Namun akibat tarik menarik tas tersebut korban terjatuh kedalam parit.

Kapolsek Tampan Kompol Suparman saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/4), melalui Kanit Reskrim AKP Herman Pelani SH membenarkan adanya laporan korban.

“Meski harta benda korban tidak berhasil dibawa kabur pelaku, namun kita akan tetap memproses laporan korban dan memburu pelakunya,” kata Kanit.

Peristiwa naas tersebut terjadi, Minggu (26/4) kemarin, nyaris jadi korban perampokan dan hampir kehilangan tas serta motor miliknya. Beruntung aksi perampokan yang terjadi di Jalan Srikandi ujung tersebut gagal, karena korban nekat melawan serta berteriak minta tolong ke arah pengendara yang kebetulan lewat di lokasi kejadian tersebut.

Informasi dikepolisian menyebutkan, kejadian tersebut berawal saat korban pulang les privat Bahasa Inggris. Widia seorang karyawati salah satu bank milik pemerintah di Panam ini, sore hari, dua kali seminggu les privat di salah satu tempat kursus di Jalan Sudirman.

Saat melintas di depan terminal lama di Jalan Tambusai, dari spion sepeda motornya korban melihat dua ABG berboncengan berjalan pelan di belakangnya. Keduanya mengenakan motor Satria dan memakai helm. Sampai di perempatan lampu merah SKA, kedua ABG tersebut berhenti berjejer di sebelah korban karena lampu merah.

Salah seorang pelaku yang dibonceng berbadan tegap, menoleh dan memperhatikan korban, mulai curiga melihat gelagat pengendara Satria tersebut. Meski malam saat kejadian baru pukul 20.30 WIB, jalan masih ramai. Korban mulai cemas dan memacu motornya ke arah Jalan Tambusai ujung. Kedua pemuda itu terus membuntutinya.

Saat berbelok ke Jalan Srikandi dan melewati jembatan, jalanan mulai sepi, tak ada pengendara lain yang lewat. Saat itulah kedua perampok mulai beraksi dan berusaha memberhentikan laju kendaraan korban, sambil merampas tas korban. Sempat terjadi tarik-menarik tas antara korban dengan pelaku sambil mengendarai motor. Merasa nyawanya terancam, korban nekat manambah laju motornya.

Sekitar 100 meter lewat jembatan Jalan Srikandi ujung, motor korban oleng karena diserempet oleh pelaku. Stang motor korban menghantam pohon mahoni di pinggir jalan dan korban terjatuh ke dalam parit di depan ruko yang baru dibangun. Saat akan menghampiri korban, tiba-tiba korban berteriak minta tolong saat melihat ada mobil dan motor yang melintas di lokasi tersebut. Mendengar itu, pelaku mengurungkan niatnya dan langsung kabur.

Korban hanya menderita luka lecet di tangan dan kaki, sementara sepeda motornya rusak cukup parah. Tas milik korban yang berisi HP dan uang, serta gelang emasnya yang sempat lepas di TKP, tak sempat digondol pelaku rampok. Meski begitu korban tetap membuat laporan ke Mapolsek Tampan.***(ran/bd)