Reses anggota DPRD Rohul
Reses anggota DPRD Rohul

Rokan Hulu(Segmennews.com)- Ketimpangan Pembangunan dan Pedesaan hampir dirasakan masyarakat di kawasan pedesesaan. Kenyataan inilah yang didapatkan Anggota DPRD Rohul dari Partai Amanat Nasional (PAN) selama melakukan Reses di masyarakat.

Anggota DPRD Rohul Partai PAN Syahril Topan, melihat masih kurangnya peran pemerintah dalam kehidupan masyarakat dipedesaan. Syahril Topan menyatakan selama melakukan reses, dirinya melihat ketimpangan pembangunan antara kawasan Kota dan pedesaan.

“Beberapa desa Bahkan tidak tersentuh pembangunan” jelas Syahril Topan.

Syahril Topan mengakui, dari hasil reses yang dilakukanya selama ini, banyak masyarakat yang mengadukan rasa kekecewaan mereka terhadap pemerintah. Mereka sudah jenuh, karena setiap tahun mengusulkan usulan pembangunan lewat musrembang, usulan itu hanya tinggal usulan tanpa ada tanda-tanda akan terealisasi.

Lanjutnya lagi, Akibat kurangnya perhatian pemerintah di pedesaan, menyebabkan sebagian masyarakat di pedesaan kini sudah pada tahapan antipati terhadap pemerintah.

“Sakin kesalnya, Mereka bahkan sudah menganggap pemerintah itu sudah tidak ada, karena tidak merasakan peran pemerintah itu apa”

Hal senada juga diungkapkan Anggota DPRD Rohul, Erizal ST. Menurutnya dari beberapa daerah yang telah dikunjunginya selama reses, hampir 70 persen masyarakat di pedesaan tidak merasakan Peran pemerintah dalam substansi mewujudkan kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Erizal mencontohkan hasi resesnya ditengah petani sawit dan Karet. Dari hasil dialog dengan petani dua komoditas itu, erizal menemukan fakta hampir tidak adanya peran pemerintah khusunya dalam pembinaan untuk peningkatan produktifitas hasil panen petani.

” Dari mulai menanam, memumupuk memanen, hingga memasarkan dimana peranan pemerintah? masyarkat berjalan sendiri, tanpa ada support dan bimbingan, padahal jika hasil produksi sawit warga turun, pengaruhnya terhadap, ekonomi Rohul sangat besar sekali” beber Erizal yang juga Ketua DPD Pan Rohul itu.

Erizal menyebutkan, akibat pembiaran-pembiaran yang dilakukan pemerintah ini wajar rasanya jika kondisi ekonomi masyarakat Rohul, makin terpuruk. Alasanya jelas, karena sebagian besar masyarakat Rohul masih menggantungkan Ekonominya dari 2 komoditi ini.

Agar Pemerintah Kembali mendapat Kepercayaan dari masyarakat, Erizal meminta pemkab Rohul untuk meng intensifkan kembali Program Penyuluhan terhadap Petani Sawit dan Karet di seluruh Desa Di rohul. Selain itu, dia menyarankan agar Program SRDP yang sukses beberapa tahun silam dapat kembali dijalankan.

” Saya rasa solusinya, pemerintah harus kembali mengatifkan Program SRDP serta mengintensifkan Program Penyuluhan dengan penempatan PPL disetiap desa,” pungkas Eri.***(rie)