Foto korban Human Trafficking Dinkes kamparKampar (SegmenNews.com)– Nur Adlin selaku masyarakat kabupaten Kampar, Senin (18/5/15) mengecam keras kinerjanya anggota DPRD Kampar Khususnya komisi I yang membidangi satker Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar. Pasalnya, anggota DPRD Kampar tidak bisa menuntaskan kasus THL di Diskes.

“Lebih baik mereka mundur dari jabatannya selaku wakil rakyat, jangan hanya memanggil-manggil dinas aja untuk haering, yang hanya menghabiskan anggaran pemerintah daerah saja, sementara warga dibiarkan mati kelaparan, masyarakat sudah bekerja tak dikasih gajia,” kesal Adlin.

Dilanjutkannya, permasalahan yang terjadi di Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar sudah menjadi perhatian serius masyarakatyang harus dituntaskan secepatnya.

Berdasarkan pemberitaan SegmenNews.com minggu lalu, Toni Hidayat ketua Komisi I menyampaikan bahwasanya informasi yang dia terima Tenaga Harian Lepas (THL) di instansi tersebut dipungut biaya sebesar Rp 20 juta hingga 30 juta perorangnya.
tegas Toni,

“Human trafficking sedang terjadi di Dinas kesehatan Kabupaten Kampar,” celetuknya Toni saat diwawancarai.

Sebelumnya, Toni menyampaikan persoalan human trafficking tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Herlih Rahmola bersama Dr.Lukas dan satu orang Kabid saat ikut menghadiri agenda rapat bersama Komisi I DPRD Kampar kemarin.

Disampaikan Toni lagi, kasus tersebut memang susah untuk mengungkapnya, namun pihak Komisi I meminta kepada Dinkes Kampar agar mempertanggung jawabkannya, apapun alasannya.

Dan setelah pertemuannya berakhir juga toni mengungkapkan saat di wawancarai wartawan pertememuannya akan agendakan minggu depan dan kita meminta seluruh (kapus) kepala Puskesmas di Kampar untuk dihadirkan bersama komisi I.***(ali)