Jelang Pilkada, 80 Anggota PPK Rohul Dilantik
Jelang Pilkada, 80 Anggota PPK Rohul Dilantik

Rokan Hulu(SegmenNews.com)- Jelang Pilkada Rohul 9 Desember 2015 mendatang, 80 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 16 kecamatan se-Rohul, Senin (18/5/2015) sore resmi dilantik ketua KPU Rohul Fahrizal ST.MT. Pelaksanaan pelantikan tersebut berlangsung terib dan lancer serta dalam suasana Khidmat.

Hadir dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah 80 PPK ini, Bupati Rokan Hulu, yang di wakili Asisten II Bidang pemerintahan Saiful Bahri, Ketua KPU Riau Nurhamin, Ketua DPRD Rohul Nasrul Hadi, Komisioner KPU rohul, Panwas, Pengurus Partai Politik, serta anggota Bebrapa DPRD Rohul,

Usai melantik dan mengambil sumpah PPK se-Rohul, ketua kpu rohul Fahrizal mengharapkan, seluruh ppk yang dilantik bisa bekerja secara professional, jujur, adil, netral, serta ber tanggung jawab dalam menjadikan Pilkada Rohul sebagai Pilkada berkualitas.

“Saya berharap seluruh PPK dapat bekerja secara professional, jujur, adil, Netral serta penuh tanggung jawab sehingga menjadikan pilkada rohul sebagai pilkada berkualitas,” kata Fahrizal.

Dia berpesan kepada PPK yang telah di lalntik untuk segera membentuk struktur organisasi serta menjalankan program kerja sesuai tahapan pilkada serentak.

“Setelah dilantik, seluruh anggota PPK ini juga akan mendapatkan pembekalan sebelum mereka menjalankan tugasnya,“ tuturnya

Agar bisa melaksanakan Tugasnya dengan Baik, Ketua KPU Riau Nurhamin, meminta KPU rohul untuk segera menyegarakan penandatanganan Naskah Kesepakatan Hibah daerah Dengan Pemerintah daerah.

Sehingga dana Hibah Pilkada Bisa segera di cairkan. Dengan cairnya dana pilkada itu, diharapkan PPK bisa segera menjalankan tugasnya dengan baik. Baca: Dana Pilkada Rohul Rp 18,6 Miliar.

“Turunya dana itu, tentunya bisa membantu tugas PPK seperti ATK, dan persiapan PPK dalam melaksanakan tahapan pilkada, apalagi sebentar lagi ka ada penyusunan DP 4 “ tuutur Nurhamin.

Sementara itu, Asisten II Saiful Bahri yang mewakili Bupati Rokan Hulu dalam acara tersebut menggaris bawahi tentang Validasi Data pemilih yang kerap menjadi permasalahan dalam setiap pesta demokrasi baik Pilkada ataupun Pileg.***(rie)