Kemenag Rohul Wisuda MDTA se Rokan IV Koto
Kemenag Rohul Wisuda MDTA se Rokan IV Koto

Rokan Hulu(SegmenNews.com)- Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mewisuda 63 santri/wati dari 5 MDTA, mewakili 353 santri/wati dari 63 MDTA se Rokan IV Koto, yang lulus tahun ini, Selasa (9/6/2015) bertempat di Pasar Los Rokan IV Koto.

Hadir dalam acara wisuda tersebut, Camat Rokan IV Koto yang diwakili oleh Sekcam Afkar S Sos, Kaoplsek Rokan yang diwakili oleh Jufri, Kepala KUA Rokan IV Koto Ari Ismanto SAg, Tokoh masyarakat Rosyidi Husein S Sos, para Lurah dan Kepala Desa, Ketua FKDT Kec Rokan Aftunir SPd, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan orang tua wali santri.

Acara diawali dengan pawai ta’aruf yang dimulai dari Pasar Los berkeliling ke Masjid kerajaan dan kembali lagi ke Pasar Los, dengan mengarak santri/wati MDTA yang diwisuda, didampingi ratusan santri/wati MDTA lainnya yang belum lulus, dan didampingi oleh orang tua wali santri.

Kakan Kemenag Rohul dalam sambutan pengarahannya, menyampaikan rasa terima kasihnya yang tiada terhingga kepada seluruh lapisan masyarakat, yang telah ikut berpartisipasi aktif dalam mensukseskan wisuda ini, sebab kegiatan ini adalah dalam rangka peningkatan syiar agama Islam.

Dikatakannya, belajar di MDTA sangat besar manfaatnya di hari tua, debab sejarah mencatat, ternyata banyak diantara umat Islam, yang ilmu pengetahuan dan pengamalan agamanya sampai saat ini, adalah yang didapatkan ketika masih belajar di MDTA dulu.

Kita pandai baca Alquran, pandai berwudhuk, azan, sholat, bahkan jadi Imam sholat, puasa, rajin berinfaq, bersedekah, berwakaf, suka menolong orang lain, dan lain sebagainya, berkat pelajaran di MDTA. Bahkan ada yang sudah menjadi tokoh agama, ilmunya hanya berasal dari MDTA, tegasnya.

Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Prov Riiau ini, memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas kebijakan Pemkab bersama dengan Kemenag Rohul, yang telah mencanangkan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wushtha (MDTA) pada SMP dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Ulya (MDTU) pada SMU/SMK.

Jika ini berjalan dengan baik, maka kualitas pengetahuan agama tamatan MDTU pada semua SMU/SMK akan setara dengan pengetahuan tamat pondok pesantren.***(rls/ran)