Dewan Siak Terkesan Cuek Soal Penjualan Obat oleh Dokter
Dewan Siak Terkesan Cuek Soal Penjualan Obat oleh Dokter

Siak(SegmenNews.com)- Sudah hampir satu bulan kasus oknum Dokter menjual obat kepada pasien pemegang kartu Jamkesda di Kabupaten Siak. Janji Komisi IV DPRD Siak untuk menyelesaikan persoalan ini belum juga terlaksana. Bahkan Dewan seperti tidak mementingkan kasus yang menimpa masyarakatnya.

Janji untuk mendatangi Direktur RSUD Siak sepertinya hanya tinggal janji. Sepertinya anggota Dewan kurang merespon kasus oknum dokter di RSUD Siak, yang mencoba menjual obat kepada pasien pemegang kartu Jamkesda. Sehingga, keluarga pasien harus mengambil obat di tempat praktek sang dokter yang berada di Jalan Sapta Taruna.

Ketua komisi IV DPRD Siak Androy Ade Rianda dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/6/15) terkait penyelesaian kasus tersebut malah menyatakan dia banyak pekerjaan, sehingga belum sempat mempertanyakan permasalahan itu ke pihak RSUD.

“Saya banyak pekerjaan, ada Bimtek, dan harus menyelesaikan beberapa hal. Sehingga belum jadi saya temui Direkturnya,” kata Androy, politisi Gerindra itu.

Tidak hanya itu, Ade Rianda alias Androy justru belum membicarakan di komisinya terkait sengkarut pengobatan di RSUD Siak. Anehnya, ia baru akan respek bila ada pengaduan langsung dari pasien yang dirugikan oknum dokter.

Lain halnya dengan Ombudsman RI Perwakilan Riau Bambang Pratama yang mendengar kasus tersebut melalui media langsung meresponnya. Bahkan, kejadian itu segera ditindak lanjutinya dengan meminta klarivikasi ke pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Siak.

“Kalau memang terbukti ada kesengajaan pasien Jamkesda disuruh membeli obat di tempat prakteknya, maka dokter tersebut harus mengembalikan dana kepada pasien,” kata Bambang.

Selain itu, pihaknya juga mendesak pihak RSUD dan Diskes melakukan pemeriksaan internal lewat satuan pengawas internal di rumah sakit tersebut. “Bila terbukti harus ada sanksi kepadanya,” kata Bambang.***(rinto)