Kampar(SegmenNews.com)- Pasca peristiwa jatuhnya pesawat hercules C 130 milik TNI AU mengakibatkan jatuhnya korban jiwa pihak TNI maupun sipil di Medan di pemukiman warga di Jalan Jamin Ginting, Medang, Sumatera Utara, Selasa 30 Juni 2015, sekira pukul 12.14 WIB lalu.

Pihak TNI telah melakukan penguburan jenazah korban. Atas bantuan pihak TNI AU, keluarga korban terutama yang berasal dari Kampar, Provinsi Riau mengucapkan terimakasihnya. Namun peristiwa naas tersebut menimbulkan pro dan kontra yang menyebutkan prosedur terbangnya menyalahi aturan. Disisi lain pihak keluarga korban asal Kampar menyebutkan pihak TNI telah banyak membantu masyarakat.

Terutama di beberapa daerah terisolir di beberapa kepulauan Riau. Sebab untuk menjangkau daerah tertinggal disana tidak ada rute penerbangan di beberapa daerah di kepulauan Riau.

“Kami juga berterima kasih kepada TNI AU yang sudah sangat membantu masyarakat selama ini yang membantu masyarakat di daerah Ranai yang terisolir, tidak bisa di jangkau oleh pesawat komersial. Apa salahnya jika mereka TNI AU membantu masyarakat yang terisolir,” ujar keluarga korban pesawat Hercules asal Kampar, Hasmizon (37), kepada wartawan, Senin (06/07/15).

Dia berharap disilah Pemerintah seharusnya berbenah khusunya daerah terisolir. Sebab masyarakat disana juga membutuhkan alat transportasi. Sementara selama ini hanya pesawat Herculer yang menjangkau daerah tersebut.

“Kami sangat menghargai pihak TNI AU yang selama ini sudah sangat membantu masyarakat. Dan jika tidak mau hal ini terjadi lagi seharusnya pemerintah mulai mengisi dan membuka rute penerbangan ke daerah terpencil,” ungkapnya.***(ali)