Kebaran Lahan di Tambusai Utara Belum Terungkap
Kebakaran Lahan di Tambusai Utara Belum Terungkap

Rokan Hulu(SegmenNews.com)- Ratusan hektar lahan dan hutan di Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai hangus terbakar, Sampai hari ini belum diketahui pasti penyebab kebakaran lahan yang katanya merupakan kawasan hutan lindung itu.

Bukan hanya kawasan hutan lindung, sesuai informasi warga Batang Kumu yang menyebutkan bahwa ratusan hektar lahan itu juga terdiri dari kebun karet warga serta kebun kelapa sawit milik perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Menurut informasi yang didapat, diduga kebakaran hutan dan lahan itu sejak Selasa (7/7/15) lalu. Api terus melalap lahan hingga Sabtu (11/7) kemarin. Dikabarkan hari ini api sudah mulai padam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Aceng Herdiana ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Senin pagi. Tanpa sepatah katapun terdengar darinya.

Namun, diperkirakan saat dihubungi telpon selulernya malah dihadapkan dengan suara mirip televisi yang sedang menyiarkan tausiah.

Sementara, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Rohul AKBP Potoyo Agung Yuwono, SIK. Mhum melalui Kapolsek Tambusai AKP Yahya Harahap dihubungi beberapa menit kemudian, dirinya membenarkan adanya informasi mengenai kebakaran itu.

Dikatakannya personel Polsek Tambusai sudah melakukan pengecekan guna menyelidiki dugaan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan yang dilakuka oleh orang tidak dikenal itu. Sehingga menghanguskan ratusan hektar lahan hutan lindung.

“Kita sudah dapat informasi, ada laporan yang mengatakan lahan itu sengaja dibakar seseorang. Namun kita masih selidiki informasi itu,” kata AKP Yahya.

Sebelumnya, diungkapkan warga sampai Sabtu lalu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul belum turun.

Sesuai laporan warga, ratusan hektar lahan yang terbakar tersebut merupakan areal perkebunan kelapa sawit warga dan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI).

Warga menduga, asal api berasal dari areal perkebunan kelapa sawit milik PT MAI. Api terus merambat ke kebun kelapa sawit dan kebun karet warga yang berada di areal perbatasan tersebut.***(man)