Pekanbaru Menuju Kota Satelit Pekansikawan

Walikota Pekanbaru Dr. H Firdaus.MT menerima bantuan bus angkutan yang diserahkan langsung oleh Sekjen Perhubungan Kementerian Perhubungan RI Ir. Sugihardjo, M.Si di Kementrian Perhubungan RI
Walikota Pekanbaru Dr. H Firdaus.MT menerima bantuan bus angkutan yang diserahkan langsung oleh Sekjen Perhubungan Kementerian Perhubungan RI Ir. Sugihardjo, M.Si di Kementrian Perhubungan RI

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Kota Pekanbaru mendorong percepatan pembangunan Kota Metropolitan di perbatasan Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan
(Pekansikawan). Untuk mewujudkan hal ini diperlukan peran dari masyarakat dan juga investor dalam pembangunan. Pemko Pekanbaru mengarahkan pembangunan dalam segala bidang.

Walikota Firdaus meminta semua pihak membantu percepatan tersebut. Pekansikawan diyakini akan menjadi suatu poros baru dalam pengembangan wilayah dan ekonomi Riau dimasa datang. Pengembangan kawasan perekonomian yang berpusat di Pekanbaru dengan dukungan tiga hinterland yaitu Kampar, Siak dan Pelalawan.

Walikota mengaku optimis pengembangan kawasan Pekansikawan jika perencanaan dan implementasinya sesuai dengan konsep yang sudah dibuat akan tumbuh besar bagi perkotaan masa depan.

Walikota Pekabaru foto bersama Sekjen Perhubungan RI Ir. Sugihardjo M.Si.
Walikota Pekabaru foto bersama Sekjen Perhubungan RI Ir. Sugihardjo M.Si.

“Kawasan ini menjadi poros ekonomi baru dimana seluruh aktifitas masyarakat di empat kabupaten dan kota terintegrasi dalam satu kesatuan pembangunan yang saling menunjang,” ujarnya.

Karena itu, belajar dari pengembangan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), pengembangan Pekansikawan harus lebih baik dan tertata.

Anggota DPRD Riau H. Mansyur HS mengatakan, gagasan Pekansikawan patut disambut baik. Sejauh ini, dari serangkaian forum resmi dan tidak resmi yang telah diadakan, direspon positif. Kepala daerah, bupati dan walikota ingin tindaklanjut lebih serius.

“Mengenai Pekansikawan, melihat pengertian, kita semua sudah punya dudukan yang jelas ke mana arah yang diinginkan. Secara substantif Pekansikawan bukanlah gagasan baru. Telah ada upaya sama sebelumnya yang coba ditempuh, dengan nama berbeda. Namun tak kunjung menemui sasaran,” sampai Mansyur.

Penyatuan kawasan, katanya, dapat dipandang sebagai jalan keluar strategis. Sederhana saja, setidaknya dalam tataran ekonomi misalnya, diyakini akan membawa efek baik. Kehidupan tak lagi terkonsentrasi di perkotaan. “Menimbang konsep kawasan Pekansikawan bertujuan membentuk sinergi dan saling mengandalkan antara daerah inti dengan daerah penyangga (hinterland), membuat peluang pemerataan pembangunan secara proporsional ke wilayah pelosok lebih besar,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Mansyur, masyarakat tidak semestinya bersikap apriori terhadap Pekansikawan. Semoga melalui Pekansikawan, manifest destiny sebagaimana tertuang dalam RPJP Provinsi Riau untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat dapat tercapai.

Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, MT Melakukan Peninjauan Bus bersama Menteri Perhubung RI Ignatius Jonan
Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, MT Melakukan Peninjauan Bus bersama Menteri Perhubung RI Ignatius Jonan

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru Ir. Dedi Gusriadi MT menyebutkan, kerjasama kawasan Pekansikawan guna meningkatkan transportasi darat dan percepatan pembangunan daerah yang tergabung di empat kabupaten kota.

Dedi menyebutkam, Kementerian Perhubungan RI sudah membantu 50 unit busway untuk menunjang pelaksanaan kerjasama ini. “Sebanyak 50 unit busway tersebut akan melayani rute Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan guna menunjang kerjasama kawasan Pekansikawan,” ungkap Dedi.

Dedi meminta kepada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Pekanbaru untuk berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan tiga kabupaten untuk menentukan trayek, koridor dan jalur transportasi yang akan dilalui.

Selain itu, dalam melanjutkan kerjasama kawasan Pekansikawan, perlu percepatan pembuatan masterplan supaya output-nya terdapat benang merah yakni terkait tanggungjawab bagi kabupaten dan kota tentang penganggaran.

Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, MT berbincang-bincang bersama Bupati Karo, Bupati Tebing Tinggi dan Menteri Perhubungan RI Ignatius Jonan
Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, MT berbincang-bincang bersama Bupati Karo, Bupati Tebing Tinggi dan Menteri Perhubungan RI Ignatius Jonan

Sebanyak 50 unit ini sudah diterima secara resmi oleh Walikota Pekanbaru dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Kamis (21/1/2016) di Jakarta. Walikota mengaku senang dengan hibah bus tersebut, karena dengan demikian akan menambah jumlah sarana angkutan di Pekanbaru. Bantuan ini tepat ditengah tingginya daftar tunggu bus yang ada.

Pengamat transportasi Universitas Islam Riau Kudus Zaini ST MT mengatakan, konsep program Pekansikawan memang harus memprioritaskan bidang transportasi.

“Saya mendukung sekali konsep program Pekansikawan yang digulirkan oleh empat pemerintah daerah. Sebab, dengan konsep kawasan Pekansikawan ini akan memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di empat daerah tersebut,” kata Kudus.

Perihal memprioritaskan bidang transportasi dalam konsep Pekansikawan ini, menurut Kudus, mengingat jalur transportasi menjadi salah satu penunjang keberhasilan perekonomian suatu daerah.  Jika transportasi terpenuhi, maka memudahkan akses menjalankan roda perekonomian antara lain akses pertanian, angkutan umum yang membuka jalan antara Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan.***(Advertorial)