Langgam(SegmenNews.com)- Sebanyak delapan puluh orang santri pondok pesantren Manbaul Ma’arif  Desa Tambak, Dusun Seminai Tunggal Kecamatan Langgam di serahterimakan kembali kepada orang tua untuk kelas IX setingkat Madrasah Tsanawaiyah (MTS), dengan rincian empat puluh dua orang  dan kelas XII setingkat Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) sebanyak tiga puluh delapan orang.

Bupati Pelalawan H.M.Harris hadir untuk melepas para santri kegiatan pondok pesantren dibawah naungan yayasan Haji Muhammad Harris.

Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini disambut antusias oleh para santri dan masyarakat setempat dengan iringan musik kompang.

Tampak hadir dalam rombongan bersama Bupati dua periode ini yaitu Wakil Bupati Pelalawan H.Zardewan, Ketua TP PKK Kabupaten Pelalawan Hj.Ratna Mainar Harris, Sekda Tengku Mukhlis,Ketua Himapaudi Pelalawan Hj.Ramlah Zardewan, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan H.M.Rais, Ketua Dharma Wanita Pelalawan Hj.Teti Hariati Mukhlis,Ketua Yayasan Haji Muhammad Harris, Ketua KNPI Pelalawan Adi Sukemi, Para Kepala OPD,Camat Langgam Edwardo,Ketua Baznas Pelalawan,Kepala Sekolah dan Guru serta para orang tua santri Pondok Pesantren Manbaul Ma’arif.

Acara pelepasan santri berlangsung meriah dengan penampilan seni serta tarian yang di tampilkan oleh para santri, suasana berlangsung haru dan sedih ketika salah satu siswa santri  membacakan puisi perpisahan untuk ustadz dan para guru yang sudah  mendidik mereka selama dalam proses belajar di Ponpes Manbaul Ma’arif.

Selain itu ada hal yang menarik mendapat perhatian khusus dari Bupati Pelalawan dua periode ini ketika para Hafidz dan Hafidzoh membacakan surat An Naba’ ayat 1 hingga 40, sesekali tampak senyum bahagia dan haru dari raut wajah pemimpin di Kabupaten Pelalawan ini saat mendengarkan lantunan ayat suci alquran, dimana master of ceremonies (MC ) juga membacakan susunan acara dengan tiga bahasa yaitu arab,inggris dan indonesia.

Bupati Pelalawan, H.M.Harris dalam sambutannya mengatakan perlunya ilmu agama sebagai jalan menuju kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat, dirinya juga berpesan kepada para santri untuk mengamalkan ilmu agama yang sudah dipelajari dengan sebaik baiknya agar dapat juga bermanfaat kepada banyak orang dan diri sendiri.

Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi di dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan global , selain itu juga sebagai orang tua Mantan Ketua Adkasi  ini berpesan untuk menjalankan shalat 5 waktu, dan berbakti kepada orang tua.

“Cuma 3 amal yang tidak akan pernah putus  meskipun orang tersebut  sudah meninggal dunia yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh. Teruslah  menjadi anak dan pemuda pembela agama, nusa dan bangsa,” terang Harris.*** (rls/Ris)