Surat edaran

Meranti(SegmenNews.com)- Keputusan Bupati Meranti, Irwan membeli mobil dengan nilai Perkiraan Sendiri (HPS) Rp1,95 miliar membuat miris masyarakat, terutama bagi tenaga honorarium atau pegawai tidak tetap di Pemerintahan Meranti.

Baca Juga: LM2R Desak Batalkan Pembelian Mobil Dinas Bupati Meranti Rp1,9 Miliar

Sebelumnya masyarakat dikejutkan dengan pembelian mobil dinas mewah buatan Eropa. Kini masyarakat kembali dikejutkan dengan pemotongan gaji tenaga honorarium sebesar 20 persen selama 7 bulan.

Hal itu benarkan oleh anggota DPRD Meranti, Hafizan Abas SAg,MPd, Sabtu (19/5/18). Ia juga tidak habis pikir, bupati bisa membeli mobil mewah dari dana Rp36 miliar Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sementara gaji honorarium malah dipotong dan beasiswa tidak dibayarkan.

Baca Juga: Bupati Sebut Kondisi Keuangan Stabil, Layak Beli Mobil Dinas Rp1,5 Miliar

“Mengapa gaji seluruh tenaga honorer di Meranti dipotong hingga 20 persen. Beasiswa tidak dibayarkan. Bupati justru bisa membeli mobil dinas glamor dan mewah. Saya menolak kebijakan ini,” tegas Hafizan.

Menurut penghitungan Hafizan, dana Rp36 miliar tersebut bisa digunakan untuk penambahan gaji pegawai honorer sebesar Rp300 ribu selama 7 bulan untuk 4500 orang, dana masih terpakai Rp9.450.000.000.

Baca Juga: Bupati Meranti Sebut Pengadaan Speedboat Dewan Tak Pantas

Untuk gaji 3113 honorer Kemenag per orang Rp250.000 selama 12 bulan, dana terpakai 9.339.000.000. Ditambah lagi beasiswa untuk 3000 mahasiswa sebesar Rp3 juta perorang, terpakai Rp9.000.000.000. Dana total yang digunakan hanya Rp27.789.000.000. Dana masih tersisa Rp8.211.000.000.

“Saya dengan tegas menolak kebijakan Pemkab Meranti memotong  20 persen gaji honorer seluruh meranti selama  7  bulan,” tegasnya lagi.***(Dham)