Koordinator AM3, Zuriyadi Fahmi saat demo beberapa waktu lalu

Meranti(SegmenNews.com)- Aliansi Mahasiswa Meranti Menggugat (AM3) kecewa terhadap sikap Pemkab dan DPRD Meranti yang lebih mementingkan pembelian mobil dinas ketimbang memperjuangkan kesejahteraan pegawai honorer.

Kekecewaan ini disampaikan oleh Koordinator AM3, Zuriyadi Fahmi, pasca keluarnya surat edaran tentang pemotongan gaji seluruh pegawai honorer sebesar 20 persen. Ditambah lagi beasiswa untuk mahasiswa menghilang sejak tahun 2015 hingga tahun 2018.

Mirisnya, ditengah kegelisahan pegawai honorer dan mahasiswa itu, bupati malah membeli mobil dinas senilai Rp1,95 miliar.

Baca Juga: Bupati Meranti Sebut Kondisi Keuangan Stabil

“Saya heran Wakil Rakyat (anggota DPRD Meranti) disana kok diam-diam sepakat, dan sangatlah dramatis dan lobi politik di Lingkup Meranti. Sehingga hari demi hari, tahun demi tahun kezoliman terus bergejolak, dan semakin semena-mena. Sudah tak ingat mana yang hak dan yang bathil. Halal dan haram sudah dicampur adukan,” sesalnya.

Ketika Palu sudah di tangan, lanjut Zuriyadi, lobi sudah dilaksanakan tak ada kesepakatan yang bisa dialihkan. Sangat bisa yang halal untuk jadi haram atau sebaliknya. Ini Negeri sudah seperti Dongeng yang diperankan satu orang sutradara untuk mengatur alur cerita.

Baca Juga: Aksi Demo, LM2R Desak DPRD Batalkan Pembelian Mobil Dinas Bupati Meranti Rp1,9 Miliar

“Saya kecewa dengan sikap yang diambil oleh Pemkab Meranti yang dipimpin oleh bapak Irwan dan Said Hasyim selaku Bupati dan wakil serta Sekda Meranti. Saya fikir fungsi Wakil Rakyat sebagai salah satu fungsi pengawasan tidak berperan sama sekali,” tegasnya.

Baca Juga: Miris…Gaji Pegawai Honorer di Meranti Dipotong 20 Persen

“Kegelisahan ini kembali terjadi. Apakah semuanya masih diam. Hanya ada satu kata untuk kita Mahasiswa sebagai Agen Of Change dan control yaitu LAWAN!!!!!!!! dan terus teriakan LAWAN,” tegasnya lagi.***(Dham)