Tinjau Korban Banjir, Sekda Rohul Imbau Masyarakat Waspada dan Mengungsi Jika Diperlukan

Rohul(SegmenNews.com)- Dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Rokan Hulu (Rohul), Riau sejak kemarin, menyebabkan sejumlah aliran sungai di meluap, seperti Batang Lubuh dan Sungai Batang Sosah, termasuk sejumlah sungai kecil lainnya.

Akibat meluapnya beberapa sungai di wilayah Rohul, menyebabkan air masuk ke pemukiman dan perumahan rumah warga. Sehingga, pemukiman dan kawasan pemukiman digenangi banjir,seperti di Dusun Nogori Desa Babussalam Kecamatan Rambah.

Banjir terparah juga terjadi di di Dusun Lubuk Napal, Dusun Ngarai Desa Lubuk Napal serta Desa Teluk Aur, kecamatan Rambah Samo. Banjir akibat meluapnya sungai Duo yang mengalir di daerah tersebut, dengan Ketinggian air mencapai 1 hingga 2 meter.

Kemudian dari data, jumlah korban akibat banjir di Desa Teluk Aur sekitar 45 Kepala Keluarga, di Desa Lubuk Napal sekitar 136 KK.

“Banjir terjadi akibat curah hujan yg tinggi, seingga meluapnya Sei Duo. Kini Tim BPBD Rohul sudah melakukan evakuasi terhadap korban yang memerlukan bantuan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Rohul, Aceng Herdiana, Rabu (23/52018) sore.

Aceng mengaku, bantuan yang tersedia saat ini baru berupa mie instan dan aqua dari PT SAI Surau Gading. BPBD masih berkoordinasi dengan pihak desa untuk menangani dan menyisir lokasi banjir yang parah.

Tim yang terlibat di lapangan selain BPBD juga POLRI, TNI, PMI dan pemerintah kecamatan, dibawah kendali PUSDALOPS terus melakukan pantauan dan siaga bencana di daerah itu.

BPBD Rohul juga menetapkan status tiga sungai besar Sei Rokan naik status Waspada banjir, Sei Batang Lubuh siaga banjir dan Sei Batang Sosa waspada.

Pj Sekda Rohul H.Abdul Haris Lubis. S.Sos,M.Si, Rabu sore juga langsung melakukan peninjauan di lokasi banjir terparah di Desa Teluk Aur dan Desa lubuk Napal didampingi Plt Kepala Bapenda Rohul, Bisman S.Si M.Si, Camat Rambah Samo, Adi Irawan, S.Stp, Sekjen PMI Rohul dan beberapa Kades.

Pj Sekda berharap, warga yang jadi korban banjir untuk bisa selalu waspada baik terjadap keluarganya juga harta benda mereka. Bila memang banjir sudah cukup tinggi dan membahayakan, sebaiknya warga korban banjir agar mengungsi saja.

“Kita juga minta, dinas terkait memberikan bantuan ke warga baik evakuasi, tempat tinggal sementara mereka selama banjir juga sembako, sehingga musibah banjir di bulan Ramadhan ini bisa meringankan beban masyarakat korban banjir,” harap Abdul Haris.

Abdul Haris juga menyatakan, musibah banjir di bulan Ramadhan ini merupakan cobaan, dan dirinya berharap masyarakat tabah menghadapinya. (ADV/Humas Pemkab Rohul).