Rohil(SegmenNews.com)- PLN Ranting Cabang Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir terpaksa memutuskan aliran listrik Gedung DPRD Rohil akibat menunggak pembayaran listrik.

Tidak hanya gedung baru, gedung DPRD lama di Jalan Merdeka juga ikut diputus PLN.

Berdasarkan data, total hutang tagihan listrik DPRD Rohil dari tahun 2017 dan 2018 sebesar Rp.436.961.332. Adapun rinciannya, 2017 Rp.320.902.738, 2018 Rp.116.058.594.

Ketua DPRD Rohil, Nasruddin Hasan ketika dihubungi ke nomor handphone pribadinya 08228540xxxx dan 08228512xxxx sedang tidak aktif, padahal kedua nomor tersebut sebelumnya aktif.

Sama halnya dengan Sekretaris Dewan H.Syamsuri Ahmad,S.sos,M.Si, Nomor kontaknya yang biasa dihubungi 08238111xxxx juga tidak aktif.Coba via Whatshapp juga tidak aktif.

Tidak sampai disitu, Wartawan mencoba mencari keberadaan 2 petinggi di DPRD itu kekantor pinggir sungai rokan, Namun sayang mereka juga tidak ada. Disana hanya ada beberapa orang staf.

“Sekwan dah lamo tak masuk dah bang, Ntah kemano kami pun tak tau bg,” Kata salah satu staf ketika di tanya. Ditanya soal kotornya kantor DPRD baru tersebut, Staf itu menyebutkan macam kandang kambing.

Sebelumnya, Manager PLN Bagansiapiapi Ferry Sajun Naibaho mengatakan diputuskan aliran listrik di Kantor DPRD karena tidak ada kejelasan kapan melakukan pembayaran tagihan yang ada.

“Biasanya komunikasi kita lancar sama Sekwan, Sekarang ngak lagi, Beliau susah ditemui jadi jalan satu-Satunya ya di putuskan,” Kata Manager PLN Bagansiapiapi, Ferry Sajun Naibaho, Senin.

Ditanya berapa total Tagihan Rekening milik Gedung Wakil Rakyat itu, Ferry enggan menjelaskan dengan alasan rahasia nasabah. “Ngak usahlah, Itu rahasia, yang penting listrik mereka sudah kita putuskan,” pungkasnya.***(Chan)