Cegah Serangan Fajar, Bawaslu Pelalawan Agendakan Operasi Gabungan

Pelalawan (SegmenNews.com)- Dalam penyelenggaraan Pemilu, memang kerap terjadi serangan fajar yang dilakukan oleh peserta pemilu. Seperti saat ini, salah satu yang diduga melakukan hal tersebut adalah anggota DPR, Bowo Sidik Pangarso.

Kasus dugaan serangan fajar tersebut mencuat ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan kurang lebih 400 amplop yang berisikan uang pecahan sebesar Rp 20.000 dan Rp 50.000.

Mengenai fenomena serangan fajar itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pelalawan bekerjasama dengan pihak Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan untuk melaksanakan operasi gabungan dengan berjaga selama 24 jam dengan berkeliling bersama melakukan pengawasan serangan fajar.

Kerjasama itu, telah di koordinasikan saat kunjungan kerja yang dilaksanakan pihak Kapolres Pelalwan AKBP Kaswandi Irwan, S.Ik, di kantor Bawaslu, beberapa waktu lalu.

“Iya, waktu kunjungan ke Bawaslu kemarin, Kapolres dan bawaslu akan lakukan patroli gabungan hingga 17 april untuk antisipasi serangan fajar,” terang ketua Bawaslu Mubrur melalui Komisioner bidang hukum dan penindakan Kamal Ruzaman, SH kepada SegmenNews.com, Senin (1/4/19).

Selain itu, kata Kamal, pihaknya juga akan menginstruksikan seluruh Panwaslu Kecamatan untuk melakukan patroli keliling selama hari tenang hingga malam 17 April nanti, ingin mengantisipasi serangan fajar maupun berupa politik uang ataupun sejenisnya.

“Dan Panwaslu kecamatan akan kita intruksikan dimalam masa tenang untuk patroli rutin antisipasi serangan fajar,” tegasnya.

Hal tersebut juga dibenarkan Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan, S.Ik, kalau pihaknya telah berencana dengan pihak Bawaslu Pelalawan, akan mengadakan patroli gabungan sampai ke Kapolsek-kapolsek yang ada di wilayah hukumnya untuk mencegah terjadinya politik uang selama pemilu 17 April 2019 nantinya.

“Iya, ada rencana kita gabungan dengan Bawaslu untuk patroli gabungan, bahkan sampai ke Kapolsek di seluruh wilayah hukum kita sudah di instruksikan untuk cegah terjadinya money politik (Politik uang-red),” tandas Kapolres Kaswandi kepada SegmenNews.com.***(Ris).