Legislator Riau: Mari Kita Lawan Korporasi Pembakar Hutan

Anggota DPRD Riau Fraksi PAN, Ade Hartati

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Riau, Ade Hartati mengajak wakil rakyat untuk melawan korporasi pembakar lahan di Provinsi Riau yang menyebabkan kabut asap.

Ajakan tersebut disampaikannya saat paripurna masa sidang pertama anggota DPRD Riau periode 2019-2024, Kamis (12/9/19).

“Mari kita lawan korporasi pembakar hutan di Provinsi Riau,” ajaknya.

Ajakan tersebut mengingat kondisi kabut asap di Provinsi Riau semakin mengkhawatirkan. Kabut asap yang terjadi sejak Januari hingga September sudah puluhan ribu masyarakat terdampak kabut asap dan banyak yang mengalami berbagai penyakit.

“Kita kira kabut asap tahun 2015 lalu adalah asap yang terakhir yang menyelimuti bumi Melayu Riau ini. Tapi ternyata tidak, lagi-lagi dan lagi kita harus menghirup asap dan jerebu. Bukankah kita semua mempunyai hak yang sama untuk hidup sehat.¬† Dan sekarang anakku anakmu dan anak kita semua sedang terancam kesehatannya,” ujarnya semangat.

Untuk itu Ia mengajak seluruh anggota DPRD Riau untuk tidak tinggal diam dan hanya menyaksikan saja terhadap bencana akibat tangan manusia ini.

Menurutnya, muara utama dari kebakaran hutan dan lahan ini harus dituntaskan. Seperti penguasaan lahan. Hal itulah yang menjadi urat nadi permasalahan asap di Riau.

Dicontohkannya, Riau yang terdiri dari gambut, terjadi pengeringan masif lahan gambut, yang diindikasikan dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun hutan tanaman industri. Sehingga lahan yang kering akan terbakar ketika musim kemarau.

“Riau lebih baik menjadi primitif daripada harus modern, jika masih banyak yang mengira hutan dan alam tidak lagi berharga,” kesalnya.

*Pembentukan Panja*

Untuk menyelesaikan muara permasalahan tersebut, Ade Hartati  mengusulkan pembentukan Panitia Kerja Khusus (Panja) Karhutla.

Menurutnya pembentukan Panja tersebut sangat penting untuk menuntaskan akar permasalahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Raiu yang saat ini semakin mengkhawatirkan.***(ran)