Murid SD Penderita DMD di Meranti Sedih tak Pernah Dikunjungi Gurunya

Murid SD Penderita DMD di Meranti Sedih tak Pernah Dikunjungi Gurunya

Meranti(SegmenNews.com)– Denis Pratama (11), penderita penyakit Duchenne Muscular Dystrophy (DMD) (tak bisa berjalan atau lumpuh) sudah tiga tahun tidak bisa berjalan.

Akibatnya, putra Lili (38), warga Jalan Rumbia, Desa Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, tidak bisa mengikuti aktivitas sekolah di SDN 17 Alahair.

Selain menderita sakit, murid malang itu juga bersedih karena selama sakit tak pernah dikunjungi pihak sekolah atau gurunya. Perlakuan itu berbeda dengan teman-temannya yang sakit.

“Anak saya bilang kenapa guru tidak mau datang melihat kondisinya. Sementara kawan-kawan yang ada sakit guru peduli,” ungkap Lili, ibunda Denis dengan nada sedih, Rabu (6/11/19).

Padahal, kata Lili, mereka telah beberapa kali mengirimkan surat ke pihak sekolah dan memberitahukan kondisi anaknya. Namun hingga saat ini belum ada kepedulian pihak sekolah.

“Kelas 3, dia (Denis) sudah sakit dan sampai sekarang tidak bisa sekolah. Kita sudah memberikan beberapa surat bahwa anak saya sakit, namun pihak sekolah sama sekali tidak pernah datang untuk melihat anak saya,” ungkap Lili lagi.

Sambil menangis, Lili menceritakan kondisi anaknya yang tidak bisa  berjalan akibat menderita DMD. Sampai pernah berobat di Pekanbaru dibiayai BAZNAS akhir tahun 2016 lalu.

Lili berharap anaknya lekas sembuh, meminta bantuan dari dermawan.

Menanggapi itu, Kepala Desa Alahair Edy Amin berjanji akan mendatangi pihak sekolah Denis.

“Nantik kita secepatnya akan datangi ke sekolah tempat Denis belajar,¬† dan kita akan mencari tahu apa yang terjadi sehingga pihak sekolah tidak ada melihat kodisi Denis Pratama, ” ungkapnya.***(Ags)