Bentrok Petani VS PT.MAI, Pemkab Rohul Tunggu Kepastian Tapal Batas dari Mendagri

Rohul(SegmenNews.com)- Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) masih menunggu keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait tapal batas Kabupaten Rohul Provinsi Riau dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Ditegaskan Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul, H. Abdul Haris Lubis S.Sos, M.Si, terkait tata batas antara Kabupaten Rohul dengan Palas memang sudah dilakukan beberapa kali pertemuan.

Kemudian, selain pertemuan kedua daerah sebut Abdul Haris, pertemuan antara Pemprov Riau dan Pemprov Sumut juga sudah pernah dilakukan, namun belum juga membuahkan kesepakatan kedua daerah.

“Karena tidak ada kesepakatan‎ kedua daerah, yakni Pemprov Riau dan Pemprov Sumut, sehingga masalah tata batas Riau-Sumut dikembalikan lagi ke Kemendagri . Karena pihak Kemendagri yang berwenang tetapkan tapal batas daerah (provinsi),” tegas Abdul Haris, Kamis (16/8/18).

Sebut Abdul Haris, pihaknya mendengar bahwa sudah ada keputusan Mendagri terkait tata‎ batas antara Kabupaten Rohul dengan Padang Lawas, yakni antara Kecamatan Tambusai dengan Kecamatan Hutaraja Tinggi, namun keputusan belum diterima Pemkab Rohul.

“Hanya keputusan menterinya, bila mendengar informasi sudah ada, namun belum diserahkan ke kita,” kata Pj Sekda Rohul.

Abdul Haris juga mengakui, sewaktu kepala daerah sebelumnya, Pemkab Rohul dan Pemkab Palas sudah melakukan pertemuan, namun pertemuan tersebut juga tidak menemukan solusi.

“Tidak ada deal‎ juga tidak ada kesepakatan, karena tidak ada kesepakatan diserahkan (kembali) ke Kemendagri sesuai kewenangannya,” ucap Abdul Haris.

Ketika ditanya apakah Pemkab Rohul ada rencana turun ke Desa Batang Kumu pasca bentrok, Abdul Haris mengakui, untuk saat ini belum ada rencana, sebab mereka melihat situasi yang sepenuhnya belum kondusif pasca bentrokan berdarah di perbatasan Riau-Sumut Selasa (14/8/2018) siang.

“Namun kita berharap, keputusan menteri bisa didapatkan segera,” harap Pj Sekda.

Kemudian ditanya langkah Pemkab Rohul pasca bentrok berdarah di tapal batas Riau-Sumut, Abdul Haris mengakui, akan menyerahkan sepenuhnya perkara ke aparat Kepolisian.

Dimana sebelumnya, ratusan petani Kali Kapuk Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai terlibat bentrok fisik dengan sekuriti dan karyawan perkebunan kelapa sawit PT. Mazuma Agro Indonesia (MAI)‎ di perbatasan Riau-Sumut.

Dalam bentrokan berdarah yang sudah kerap terjadi, seorang sekuriti PT. MAI bermarga Harahap (41) dilaporkan tewas, sedangkan 2 karyawan perusahaan lain mengalami luka-luka.

Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua dan Kapolsek Tambusai AKP Yuli Hasman, dan Kepolisian dari jajaran Polda Sumut juga sudah turun ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).***(fit)

Polres Pelalawan Gelar Ops Bina Waspada

Polres Pelalawan Gelar Ops Bina Waspada

Pangkalan Kerinci(SegmenNews.com)-Jajaran personel dari Polres Pelalawan menggelar Operasi Bina Waspada guna mengantisipasi Paham Radikalisme . Operasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme kepada warga negara Indonesia dan patuh terhadap NKRI.

Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan S.Ik menyampaikan kegiatan ini sudah berlangsung sejak tanggal 15 Agustus 2018 kemarin, dan berakhir pada 13 bulan September 2018 nanti .

Kapolres mengatakan kegiatan ini juga untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat untuk melaporkan kepada polri jika menemukan aksi makar terhadap NKRI atau indikasi terorisme.

Ia berharap masyarakat dan kepolisian dapat mendeteksi secara dini bila ada potensi-potensi yang mengarah ke perpecahan NKRI.

Terkait pentingnya operasi ini, Kapolres mengimbau kepada seluruh personil yang terlibat agar lebih sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas.

“Dalam operasi ini, lebih dominan peran dari personel binmas dan Sat Intelkam yang langsung terjun ke masyarakat,” jelasnya kepada SegmenNews.com, Kamis (16/8/18).

Digelarnya Operasi Bina Waspada ini agar dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan dan perundang undangan yang berlaku.

Sejalan dengan itu agar terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan terhindar dari segala bentuk ancaman.

“Kegiatan ini sangat perlu dilakukan sebagai langkah-langkah dalam meningkatkan rasa nasionalisme warga negara Indonesia dan kepatuhan warga terhadap NKRI agar paham radikalisme itu dapat ditangkal,” tambahnya

Terlebih dengan kemajuan teknologi seperti saat ini, penyebaran paham radikal, anti Pancasila dan Terorisme dapat tersebar luas melalui media sosial.***(Ris)

Terlibat Narkoba, Dua Warga Langgam Diringkus Polisi

Terlibat Narkoba, Dua Warga Langgam Diringkus Polisi

Pangkalan Kerinci(SegmenNews.com)-Unit Reserse Narkoba Polres Pelalawan kbali meringkus pencandu dan pengguna narkoba jenis sabu. Kali ini, dua warga Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam ditangkap, pada Selasa (14/8/18) kemarin.

Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, S.Ik melalui IPTU Romi Irwansyah, SH.MH, kepada SegmenNews.com, Kamis (16/8/18) mengatakan kedua tersangka, diantaranya,  FE (33) warga Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam, MA (31) warga  Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam.

Bersama kedua tersangka terang kasat, petugas berhasil pula mengamankan, satu paket kecil yang diduga Narkotika jenis Sabu, satu unit kendaraan roda empat merek  Honda City warna silver Nopol BM 1822 TC, satu buah alat hisap sabu berupa bong, satu buah kaca pyrek dan satu  buah HP merek Xiaomi.

Kronologis penangkapan kedua tersangka tambah kasat, bermula pada hari Senin tanggal 13 Agustus 2018 sekira pukul 23.00 WIB, Sat Res Narkoba Polres  mendapat  informasi dari masyarakat bahwa di seputaran Kecamanatan Langgam marak peredaran Narkoba.

Berdasarkan informasi tersebut Kasat res narkoba dirinya bersama tim melakukan penyelidikan, setelah diketahui ciri ciri pelaku selanjutnya tim melakukan pengintaian terhadap pelaku.

Pukul 00.30 WIB, tim melihat mobil yg dicurigai sebagai terduga pelaku hendak keluar dari Pos 1 PT.MUP Kecamatan Langgam. Saat itu juga tim langsung melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku dan saat penangkapan di dapati ada du orang terduga pelaku didalam mobil.

Kemudian  dilakukan penggeledahan dengan disaksikan oleh Security  dan dari hasil penggeledahan di temukan sejumlah barang bukti. Dan dari salah satu terduga pelaku sudah termasuk Target Operasi (TO) pihaknya selama tiga bulan.

“Saat ini terhadap kedua terduga pelaku dan barang bukti dibawa dan diamankan ke Polres Pelalawan guna proses hukum lebih lanjut,” tandas Kasat yang akrab di sapa Romi ini.***(Ris)

Bupati Bengkalis Kukuhkan 75 Anggota Paskibra

Bupati kukuhkan pasukan Paskibra

Bengkalis(SegmenNews.com)- Bupati Bengkalis Amril Mukminin kukuhkan 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2018, Rabu malam (15/8/18), bertempat di lapangan tugu Bengkalis.

75 pasukan ini akan bertugas sebagai pengibar dan penurunan bendera pada HUT RI ke-73 besok di Bengkalis.

Sesuai ikrar yang mereka ucapkan dan prosesi cium bendera saat pengukuhan, Bupati Amril berpesan, agar misi Paskibra tidak boleh terhenti pada momentum peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI.

Anggota paskibra ketika menyium bendera merah putih.
Anggota paskibra ketika menyium bendera merah putih.

Katanya, jiwa nasionalisme dan patriotisme, kepeloporan serta kepemimpinan yang terbentuk sebagai anggota Paskibra harus mampu dijaga. Harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai putra-putri Indonesia pilihan di Negeri Junjungan ini, kalian harus dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan energy posited bagi generasi muda lainnya dan juga masyarakat,” pesan Bupati Amril.

Di bagian lain, Bupati Amril mengucapkan terima kasih kepada orang tua Paskibra, karena telah mendoakan, memberikan motivasi sehinga mampu bertahan dalam setiap proses penyeleksian dan latihan yang sangat berat sebelum resmi dikukuhkan.

Ucapan senada juga disampaikannya kepada seluruh para pembina, pembimbing dan pelatih ke-75 Paskibra tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih atas segala usaha serta kesabaran dalam membimbing putra-putri terbaik di Negeri Junjungan ini selama proses latihan,” ujar Amril.

Selain Ketua Tim Penggerak PKK, Kasmarni, hadir pada pengukuhan Paskibra tersebut Sekretaris Daerah, H Bustami HY dan istri yang juga Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bengkalis, Hj Akna Juita. Kemudian, Asisten Pemerintahan Hj Umi Kalsum, Asisten Administrasi Pembangunan H Heri Indra Putra, dan Asisten Administrasi Umum H TS Ilyas, sejumlah Kepala Perangkat Daerah serta Pejabat Administor dan Pengawas di Pemkab Bengkalis.

Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Kabupaten Bengkalis Riau H Zainuddin Yusuf, Ketua MUI Bengkalis H Amrizal, Wakapolres Bengkalis Kompol Ade Zamra, Plt Kasdim 0303/Bengkalis yang juga Danramil 01/Bengkalis, Mayor Irwan, juga terlihat hadir saat pengukuhan ke-75 Paskibra tersebut.

Pengukuhan Paskibra Bathin Solapan Sepi Tamu Undangan

Pengukuhan Paskibra Bathin Solapan Sepi Tamu Undangan

Bathin Solapan(SegmenNews.com)- Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Kecamatan Bahtin Solapan, Kabupaten Bengkalis dikukuhkan, Rabu malam (15/8/18).

Mirisnya, pengukuhan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Duri ini sepi tamu undangan. Pantauan segmennews.com hanya beberapa kursi saja yang terisi. HalHitu membuat suasana acara pengukuhan sepi dan kurang semarak.

Sebanyak 31 anggota Paskibra ini merupakan binaan Satuan Polsek Mandau, sejak 22 Juli dan berakhir tanggal 15 Agustus 2018.

Camat H Amiruddin dalam pesannya, berharap pasukan dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik baiknya.

Dan juga mengucapkan terimakasih pada sekolah yang telah memberi dukungan pada  siswanya sebagai bagian Anggota Paskibra.

“Kiranya Pasukan menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga dapat mensukseskan Upacara 17 Agustus 2018, terimakasih pada pihak sekolah, siswa yang ikut sebagai Paskibra,” ucap H Amiruddin SH.

Terlihat hadir Waka Polsek Mandau AKP Ali Suhud, Anggota DPRD Bengkalis Hendri Hasibuan, Samda, dan beberapa Kepala Desa.

Uniknya pengukuhan Paskibra kali ini di Gelar di Hotel tanpa dihadiri Orang Tua maupun Tokoh Masyarakat.

Sepinya yang hadir membuat kursi terlihat kosong melempem, kurang menambah meriahnya acara yang seharusnya sakral ini.

“Biasanya acara pengukuhan Paskibra dimeriahkan dengan kehadiran Orang Tua dan Tokoh Masyarakat, kali ini terlihat aneh dengan diundangnya Tokoh, atau mungkin tempatnya tidak di Ibukota Kecamatan ( red, Desa Sebangar ),” sebut salah seorang yang hadir tanpa mau disebutkan namanya***(edi).

Bawaslu RI Lantik 54 Anggota Bawaslu Riau

Bawaslu RI Lantik 54 Anggota Bawaslu Riau

Jakarta(SegmenNews.com)- Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah/ janji 54 Aggota Bawaslu Kab/Kota se Riau di Jakarta hari ini. Pelantikan tersebut tergabung dalam 1.914 Komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia untuk masa jabatan 2018-2023, Rabu (15/8/2018).

Bertempat di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jalan Gatot Subroto Kav.71-73 Pancoran, Jakarta Selatan. Pelantikan tersebut memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pelantikan Pejabat Publik Terbanyak.

Ketua Bawaslu RI Abhan, SH dalam sambutannya mengatakan, “Pelantikan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia dapat mengemban tugas sesuai dengan ketentuan dan UU yang berlaku” pada pukul 10.45 WIB.

Abhan menegaskan, bahwa keberhasilan Bawaslu dalam memecahkan Rekor MURI ini dijadikan sebagai semangat Bawaslu dalam mengawal pelaksanaan Pemilu di Indonesia.

Pelantikan Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia dihadiri oleh Mendagri Tjahyo Kumolo, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua KPU RI Arief Budiman, serta perwakilan sejumlah lembaga negara. Untuk penyerahan Rekor MURI akan dilaksanakan pada acara Bawaslu Award Rabu (15/8/2018) malam.

Selain itu, acara dihadiri juga oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi, Gubernur, Kapolda, Kepala Kejaksaan Tinggi, Ketua DPRD, Ketua KPU beserta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Kota se-Indonesia yang ikut hadir dan menyaksikan acara ceremonial dihotel tersebut.

Sebanyak 1.914 Orang Komisioner Bawaslu terpilih mengucapkan janji dan sumpah dihadapan para petinggi serta pejabat daerah se-Indonesia.

Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan mengatakan “Saya ucapkan selamat kepada seluruh Komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota se-Riau yang terpilih untuk masa jabatan 2018-2023, semoga amanah yang diberikan kepada mereka dapat mereka emban dengan baik.” tukas Rusidi setelah acara selesai.

Sebanyak 1.914 orang Bawaslu Kabupaten/Kota yang hadir mengikuti acara dengan tertib dan khidmat.

Rusidi menambahkan, “Kekuatan pengawas semakin besar. Di kabupaten/kota terdapat 54 jajaran anggota yang siap mendedikasikan diri untuk Pemilu yang lebih baik.” ujar Rusidi.

Tidak hanya kuantitas yang menjadi prioritas Bawaslu melainkan kualitas jajaran pengawas dalam melakukan pengawasan, mencegah dan menindaklanjuti pelanggaran, serta menyelesaikan sengketa proses Pemilu.***(rls)

Bupati Inhil Bangga, Tim Dusun Sialang Dalam Raih Prestasi Toga Tingkat Nasional

Bupati Inhil Bangga, Tim Dusun Sialang Dalam Raih Prestasi Toga Tingkat Nasional

Inhil(SegmenNews.com)- Dusun Sialang Dalam, Desa Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka berhasil mewakili Provinsi Riau untuk nominasi lomba Tanaman oobat Keluarga (Toga).

Kepala  Dinas kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Zainal Arifin SKM MKES beserta jajaran mendampingi verifikasi tim penilai untuk melakukan peninjauan langsung dan penilaian di Dusun Sialang Dalam.

Pada kesempatan tersebut, ketua TP-PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan Ssos ME beserta para pengurus juga langsung mendampingi verifikasi tim penilai, Camat Batang Tuaka H Marpoyanto MSi, kepala Puskesmas Sungai Piring Hj Nur Afni Marpoyanto.

Ketua tim penilai dr Yuniati Situmorang MKes mengatakan penilaian oleh tim verifikasi di antaranya mencakup dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan secara berjenjang pada Pemerintahan Kabupaten Indragiri Hilir hingga tingkat Kelurahan.

Selanjutnya tim penilai juga akan menilai upaya-upaya yang telah dilakukan kelompok-kelompok Toga dengan sasarannya adalah rumah tangga yang telah menanam dan memanfaatkan tanaman obat keluarga dan akupresur.

“Tim penilai akan melihat sejauh mana dukungan pemerintah daerah baik dari kebijakan atau regulasi maupun dukungan anggaran untuk pembinaan kepada kelompok-kelompok toga yang ada di Dusun Sialang Dalam,” ungkapnya.

Kadiskes Inhil H Zainal Arifin SKM MKes berharap pemanfaatan tanaman obat keluarga tidak hanya dilakukan pada ajang perlombaan semata.

Menurutnya yang terpenting adalah menumbuhkan sikap dan perilaku masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanami tanaman obat keluarga dan selanjutnya memanfaatkan tanaman tersebut untuk kesehatan keluarga.

“Paradigma ini yang harus kita bangun pada masyarakat sehingga kualitas kesehatan masyarakat provinsi Riau semakin Prima,” harapnya.

Selain itu pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh peran serta warga Dusun Sialang Dalam, Desa Sungai Dusun yang telah membuat taman dengan menanam tanaman obat keluarga disekitar rumah menjelang pelayanan mandiri dari Dinas Kesehatan.

Dirinya juga menyatakan, kedepannya akan meningkatkan pembinaan guna memanfaatkan Toga tingkat Dusun, Desa dan Kelurahan.

“Ini juga akan jadikan ajang kompetisi guna memacu semangat para warga untuk menjadikan Dusun Sialang Dalam sebagai percontohan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Inhil HM Wardan dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah sangat menyambut baik atas prestasi yang diraih Dusun Sialang Dalam.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Inhil, sangat menyambut baik, karena kita sudah masuk 4 besar tingkat nasional, ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan,” ujar bupati senang.

Selain itu, dikatakan Bupati, masyarakat Dusun Sialang Dalam juga sangat kreatif, sabut kelapa dijadikan karpet di halaman rumah.

“Kita akan promosikan Dusun Sialang Dalam sebagai desa percontohan,” sebutnya, Rabu (15/8).

Bupati berharap, dengan masuknya Dusun Sialang Dalam sebagai nominasi lomba Toga tingkat nasional dapat memacu semangat masyarakat Dusun Sialang Dalam, agar menjadi Dusun terbaik se-Indonesia dengan Toga yang dapat menjadi contoh.

Dengan prestasi yang di dapat, dikatakan Bupati, merupakan kerja keras Desa Sungai Dusun Kecamatan Batang Tuaka, untuk mewujudkan kabupaten yang maju bermarwah dan bermartabat.***(ADV/HMS)

Program Pelalawan Sehat. Kabupaten Pelalawan Kampanyekan Imunisasi Campak dan MR

Bupati Pelalawan, HM Harris

Pangkalan Kerinci(SegmenNews.com)-Kementerian Kesehatan RI mengkampanyekan imunisasi campak atau measles dan rubella (MR),  program vaksinasi yang telah dilaksanakan di pulau Jawa tahun 2017 silam.

Kini dimulai dari tanggal 1 Agustus dan akhir September 2018, dilaksanakan di seluruh wilayah luar Jawa. Imunisasi ditujukan bagi bayi usia 9 bulan sampai anak usia 15 tahun. Dengan target sasaran imunisasi sebanyak 31.963.154 anak di 28 provinsi di luar Jawa.

Tak terkecuali di Propinsi Riau, Dinas Kesehatan Propinsi dan Diskes Kabupaten/Kota secara gencar mengkampanyekan program pemerintah pusat ini.

Imunisasi ini merupakan komitmen Kemenkes mengeliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella dan kecacatan bawaan rubella (congenital rubella syndrome) pada tahun 2020.

Anak Indonesia memiliki hak untuk sehat. Pemerintah bertanggung jawab melindungi masyarakat dari penyakit, termasuk campak dan rubella.

Mengetahui betapa pentingnya pencegahan penyakit yang dilakukan melalui pemberian vaksin, Pemerintah Kabupaten Pelalawan di hari pertama yang berlaku di seluruh wilayah Indoensia tidak ketinggalan untuk melaunching program imunisasi MR.

Launching ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Pelalawan HM Harris di hadapan beberapa pimpinan OPD, petugas kesehatan dan beberapa siswa yang segera mendapatkan vaksinasi di SDN 006 Pangkalan Kerinci, Rabu (8/8/2018).

Bupati HM Harris melepas balon pertanda dimulainya program imunisasi

Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, dr Endid Romo Pratikyo mengatakan, bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella atau congenital rubella sydrome (CRS) pada tahun 2020.

Berdasarkan hasil surveilans dan cakupan imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak.

“Untuk itu diperlukan kampanye pemberian imunisasi vaksin MR secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imuniasi sebelumnya. Untuk menghindari penularan dibutuhkan kekebalan komunitas (Herd Immubity) minimal 95 persen secara merata,” katanya.

Dia juga mengatakan, bahwa kegiatan kampanye imunisasi meales rubella ini dilaksanakan dalam dua fase yaitu fase I bulan Agustus sampai September 2017 di seluruh Pulau Jawa dan fase II pada bulan Agustus sampai September 2018 di seluruh Pulau Jawa, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Program Pelalawan Sehat.
Kabupaten Pelalawan Kampanyekan Imunisasi Campak dan MR

“Jumlah anak-anak di Kabupaten Pelalawan yang akan divaksin sebanyak lebih kurang 137.433 anak-anak. Pencanangan imunisasi vaksin di Kabupaten Pelalawan ini terbagi dua, untuk bulan Agustus tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA, sedangkan untuk keduanya bulan September akan dilaksanakan untuk umum yang belum menempuh pendidikan yang dilaksanakan di posyandu, puskesmas dan pusat kesehatan lainnya,” tukasnya.

Sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Kesehatan RI, Diskes Pelalawan tetap akan melanjutkan program yang telah dimulai tersebut.

Meskipun ada isu yang mengatakan bahwa vaksin ini belum mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia, melaksanakan pemberian vaksin MR sepanjang belum ada surat penghentian pemberian vaksin dari Kementerian Kesehatan.

“Kita dari Dinas Kesehatan tetap akan melaksanakan pemberian vaksin MR pada anak-anak dan masyarakat sepanjang belum ada surat penghentian dari Kemenkes,” tegas Kadiskes Pelalawan, dr Endit RP, kepada wartawan, Kamis (2/8).

Endit menjelaskan bahwa sepanjang belum ada surat penundaan dari Kemenkes maka pihaknya tetap akan melanjutkan program ini, karena bukan hanya masyarakat muslim saja yang harus diberikan vaksin tapi non muslim juga. Namun yang harus digarisbawahi bahwa pemberian vaksin MR tidak ada paksaan apapun.

Artinya, jika ada orangtua yang melarang anaknya atau ada sekolah yang tak mau dilakukan pemberian vaksin, pihaknya pun tak akan memaksa.

“Jika ada orangtua yang tak mau anaknya diberi vaksin, kami takkan memaksa. Tapi kami menginginkan jika ada orangtua yang anaknya tak mau diberi vaksin, kami meminta agar orangtua tersebut membuat surat yang menyatakan anaknya untuk sementara waktu tak diberikan vaksin MR sampai ada keputusan yang menyatakan vaksin tersebut bersertifikat halal,” ungkapnya.

Program Pelalawan Sehat.
Kabupaten Pelalawan Kampanyekan Imunisasi Campak dan MR

Disinggung soal alasan keharusan pemakaian surat dari orangtua yang menolak anaknya diberi vaksin, Endit menjelaskan jika tak ada surat pemberitahuan dari orangtua, pihaknya takkan mengetahui apakah orangtua mau atau tidak anaknya diberi vaksin.

Surat pemberitahuan dari orangtua yang menolak juga menandakan bahwa pihaknya tetap bekerja untuk tetap memberikan vaksin.

“Saya juga sudah instruksikan ke seluruh Kapus yang ada di Pelalawan untuk tidak melakukan pemaksaan pemberian vaksin pada anak yang orangtuanya menolak. Tak ada pemaksaan, tapi kami hanya menganjurkan. Kalau mereka menolak, itu hak mereka sebagai masyarakat namun yang jelas kami telah melaksanakan tugas sebagai tenaga kesehatan,” ujar Endit yang mengakui sudah ada sejumlah orangtua yang menolak anak-anaknya diberi vaksin.

Endit optimis, target tersebut tetap akan dikejarnya namun tanpa ada pemaksaan di dalamnya. Artinya, pemberian vaksin MR ini benar-benar lahir dari kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian vaksin bagi anak-anak.

“Intinya, jika ada orangtua yang menolak maka buat surat saja. Kita tidak akan lakukan pemaksaan apalagi mewajibkan anak-anak diberi vaksin jika orangtua tidak setuju,” tukasnya.

Anak yang belum divaksin dan belum pernah mengalami penyakit campak dan Rubella akan sangat rentan tertular penyakit ini. Oleh karena itu tugas pemerintah adalah membentengi warga masyarakat untuk melawan virus ini yaitu dengan melakukan imunisasi.

“Kita ingin menciptakan generasi yang sehat sesuai dengan program kita yang dicanangkan yakni Pelalawan Sehat. Saya berharap kepada orang tua tidak menganggap remeh gerakan imunisasi masal itu.

Diingatkan, penyakit campak dan measles rubella tidak ada obatnya. Meski demikian, penyakit tersebut bisa dicegah. Satu vaksin imunisasi MR ini bisa mencegah dua penyakit sekaligus. Campak dan rubella,” terangnya dalam sambutannya di acara pencanangan.

Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan bersikap, meminta Pemkab Pelalawan untuk menunda sementara pemberian vaksin MR kepada anak anak sekolah, alas an nya tidak berbeda dengan apa yang disampaikan oleh MUI Pusat, Vaksin Campak Rubella di nilai belum bersertifikat halal.

Agar polemik pemberian suntikan Measless Rubella (MR) di Kabupaten Pelalawan tak bergulir liar, Pemkab Pelalawan langsung menindaklanjuti hal ini dengan menggelar rapat bersama unsur-unsur terkait.

Rapat tersebut mengambil kesepakatan untuk melakukan penundaan sementara pelaksanaan kegiatan vaksinasi MR di daerah ini.

Sekdakab Pelalawan, Drs HT Mukhlis, sekaligus pimpinan rapat di pertemuan tersebut dalam pers release-nya, Jum’at (3/8). Menurut Sekda, penundaan sementara ini sampai adanya fatwa/keputusan/kebijakan dari MUI Pusat terkait hal ini.

“Ya, kita lakukan penundaan sementara sampai ada kejelasan dari MUI Pusat soal pemberian suntikan MR ini,” katanya.

Sekda menjelaskan namun penundaan ini hanya berlaku sampai dengan tanggal 10 Agustus saja. Artinya, jika sampai dengan tanggal tersebut belum ada fatwa/keputusan/kebijakan dari MUI maka pemberian vaksinasi MR akan dilanjutkan. Namun dengan memberikan pilihan bagi masyarakat yang menolak dengan menandatangani Surat Pernyataan.

“Dalam rapat kita tadi bersama Ketua MUI, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Kadisdik, Kadiskes dan unsur terkait lainnya, kita juga sepakat mendukung pemberian vaksinasi MR bagi anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun mengingat dampak cacat bawaan yang disbabkan rubella,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, peserta rapat juga sepakat bahwa memang vaksin yang digunakan itu belum memiliki sertifikasi halal dari LP POM MUI Pusat. Namun jangan disalah artikan bahwa produk tersebut haram karena vaksin yang sama juga digunakan di negara-negara lain termasuk Negara Islam.

“Kita harapkan dengan adanya penundaan sementara ini maka polemik soal pemberian vaksin MR yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, tak berkepanjangan,” tukasnya.

Komitmen Menyehatkan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pelalawan berkomitmen menyukseskan program imunisasi MR di negeri seiya sekata ini.

Langkah ini diambil karena dirasa pentingnya pemberian vaksin anti penyakit campak dan rubella ini kepada anak anak di usia balita dan usisia sekolah.

Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan, bahwa campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus  campak dan measles rubella.

MR sangat menular, anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit campak dan MR akan beresiko tertular penyakit ini.

“Oleh karena itu tugas pemerintah, Pemkab Pelalawan adalah membentengi warga masyarakat untuk melawan virus ini yaitu dengan melakukan imunisasi” terang HM Harris.

Apa yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat ini, sambung Harris, sangat berkesesuaian dengan program yang dicanangkan oleh Pemkab Pelalawan dalam salah satu program strategis yakni Pelalawan Sehat.

Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, pencegahan terhadap penyakit, dan pemberiaan kekebalan tubuh kepada anak anak melalaui imunisasi adalah salah satu program strategis Pemkab Pelalawan.

“Kita ingin menciptakan generasi yang sehat sesuai dengan program kita yang dicanangkan yakni Pelalawan Sehat. Saya berharap kepada orang tua tidak menganggap remeh gerakan imunisasi masal itu,” imbuhnya.

Diingatkan Harris, sejauh ini, penyakit campak dan measles rubella tidak ada obatnya. Meski demikian, tidak berarti kita harus menyerah kepada keadaan tanpa berbuat apa, penyakit yang menyerang kulit tetap bisa dicegah.

“Mencegah jauh lebih baik dari pada mengobati, maka dari itu upaya pertama kita lakukan adalah pencegahan, caranya dengan melakukan imunisasi,” tegasnya.

Kabar baiknya, dua penyakit yang berasal dari virus ini dapat diatasi dengan satu suntikan vaksin MR ini. “Satu vaksin imunisasi MR ini bisa mencegah dua penyakit sekaligus. Campak dan rubella,” terangnya. ***(Adv/Ris)

Sambut HUT RI, RS Surya Insani Taja USG Gratis

Rohul(SegmenNews.com)- Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73 tahun 2018, Rumah Sakit Surya Insani Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu menggelar Ultrasonografi (USG) secara gratis.

Kegiatan pelayanan USG Gratis di RS Surya Insani Pasirpengaraian itu berlangsung selama Sembilan hari, terhitung 15 Agustus 2018 sampai dengan 23 Agustus 2018. Pelayanan USG ini akan dilakukan bersama dr Arjuna Saputra MKed (OG) SpOG.

Owner RS Surya Insani Pasirpengaraian, Evi Juliana SE MM mengatakan, kegiatan ini merupakan wahana baginya untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat dan juga sebagai pengabdian untuk Negara Indonesia.

“ Sebagai bagian dari masyarakatRokan Hulu, kami berharap, fasilitas pelayanan USG gratis yang kami laksanakan ini dapat bermanfaat bagi pembangunan kesehatan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu. Selain itu, tambahnya, juga sebagai wujud memeriahkan HUT Kemerdekaan RI yang ke 73 tahun,” paparnya.

Ketika disinggung tentang kenapa pemeriksaan USG ini yang dilaksanakan, Evi Juliana yang juga Ketua Kadin Rohul itu menjelaskan,pemeriksaan ini praktis, namun hasil yang didapatkan dari pemeriksaan dapat dijadikan acuan dalam mendeteksi secara dini bentuk kelainan yang terjadi baik pada ibu ataupun bayi yang dikandungnya, sehingga permasalahan yang mungkin terjadi dapat dicegah.

“ Meskipun tidak memberikan informasi yang sepenuhnya akurat, namun USG Kehamilan dapat membantu memberikan informasi yang baik dan non-invasif, tanpa rasa sakit dan aman,” jelasnya.

Evi Juliana yang akrab disapa Yuli itu menambahkan, bahwa angka kematian ibu kebanyakan dipicu oleh 4 kondisi kehamilan yang tidak ideal, yaitu terlalu muda hamil karena kurang dari 18 tahun, terlalu tua hamil karena berusia lebih dari 34 tahun, terlalu dekat hamil karena jarak kehamilan kurang dari 2 tahun dan terlalu banyak  kehamilan yaitu lebih dari 3 anak.

Sementara sebab tak langsung yang ikut jadi penyebab kematian ibu, Lanjut Yuli, antara lain tingkat sosial ekonomi, tingkat pendidikan, faktor budaya dan akses transportasi. Situasi ini diindikasikasikan dengan 3 terlambat, yaitu terlambat mengambil keputusan sehingga terlambat untuk mendapat penanganan, terlambat sampai ke tempat rujukan karena kendala transportasi dan terakhir terlambat mendapat penanganan karena terbatasnya sarana dan sumber daya manusia.

“ Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat semakin mendekatkan dan meningkatkan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat Kabupaten Rohulakan semakin sejahtera,” pungkasnya.***(fit)

Bupati Sukiman Kukuhkan Pasukan Paskibra Rohul

Bupati Sukiman Kukuhkan Pasukan Paskibra Rohul

Rohul(SegmenNews.com)- Bupati Rokan hulu H. Sukiman, Rabu (15/8/2018) kukuhkan anggota‎ Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) 2018, yang dilaksanakan di convention hall islamik center.

Ada 35 anggota Paskribra Rohul yang direkrut melalui seleksi, serta personel TNI dan Polri akan bertugas mengibarkan bendera merah putih di Upacara Hari Kemerdekaan‎ Republik Indonesia ke-73 di lapangan Kantor Bupati Rohul pada Jumat 17 Agustus 2018.

Pada upacara Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Rokan hulu 2018, Pasir Pangaraian, juga dihadiri Dandim 0313/KPR Letkol Inf Benny Setyanto, Kapolres Rohul diwakili Kabag Sumda Polres Rohul Kompol Muslim Hidayat.

Juga hadir Kasi Intelijen Kejari Rohul Ade Maulana, perwakilan Ketua DPRD Rohul, Pabung Kodim 0313/KPR Kapten Inf Raflis Jon, para pejabat di lingkungan Pemkab Rohul, Pimpinan BRI Pasirpangaraian‎ Wahyu Riadi, serta para orang tua dari anggota Paskibraka.

Bupati Rohul Sukiman mengucapkan selamat dan terima kasih, kepada anggota Paskibraka, karena merupakan anak-anak terbaik Rohul, karena lolos melalui seleksi ketat, dirinya juga berterima kasih kepada orang tua anggota Paskibraka Rohul.

Bupati Sukiman juga berterima kasih kepada prajurit TNI dan Polri yang telah bersama-sama ikut mensukseskan Paskibraka Rohul, dan akan mengawal merah putih di upacara Detik-detik Proklamasi nanti.

“Juga berterima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada para pembina dan para pelatih‎ yang telah bersusah payah dalam menyiapkan adik-adik kita untuk menjadi Pasukan Pengawal Bendera Merah Putih,” pesan Bupati Sukiman.

Bupati Rohul berpesan ke anggota Paskibraka, agar tetap disiplin, berikan contoh dan keteladanan bagi pelajar lain, baik sikap, prilaku dan pemahaman tentang wawasan kebangsaan.

“Bila kita tidak tanamkan semangat kebangsaan itu, bisa-bisa luntur untuk pemahaman terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” tegas Sukiman.

Jelasnya lagi, melalui kegiatan seperti ini adalah salah satu bentuk penghargaan kepada pelajar Rohul untuk selalu mengingat para pendiri bangsa 73 tahun lalu.

Diakui Bupati Sukiman, melalui pendidikan dan pelatihan, tentunya anggota‎ Paskibraka Rohul akan menjadi generasi muda yang disiplin ke depannya.

Usai upacara Pengukuhan, Bupati Rohul Sukiman‎ menyempatkan diri, salami seluruh Anggota Paskibraka Rohul, bersama unsur Forkompinda yang hadir.

Sebelum acara usai, Bupati bersama Fokompinda Rohul juga menyempatkan foto bersama anggota dan para orang tua dari Paskibraka Rohul.***(adv/humas Pemkab Rohul).

error: Konten website ini dilindungi!!