Sarat Pakaian Minim, LAMR Meranti Rekomendasikan Festival “Perang Air” Dihentikan

Sarat Pakaian Minim, LAMR Meranti Rekomendasikan Festival “Perang Air” Dihentikan

Selatpanjang(SegmenNews.com)-Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti merekomendasikan festival Perang Air dihentikan. Rekomendasi itu mengingat banyaknya warga Tionghoa berpakaian minim saat festival.

“Persoalan ini memang sudah berkali kali terjadi. Namun kita tetap konsen untuk terus menghimbau mereka. Setiap tahun selalu saja ada pelanggaran. Kita hanya memberi rambu- rambu karena kita tidak ada hak untuk mengeksekusi,” kata Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Abdullah, Rabu (29/1/2020).

Sebagai lembaga yang tidak hanya memayungi suku Melayu, tapi juga sebagai payung pemersatu seluruh suku dan etnis yang ada di Kepulauan Meranti ini. LAMR berusaha untuk bersikap netral dengan memberikan peluang kepada wisatawan yang datang untuk memeriahkan festival tahunan ini.

“Tidak bermaksud untuk mencemari pariwisata di tempat kita, selagi hal itu tidak menodai adat dan syariat. Karena ini berdampak pada perekonomian masyarakat, mari kita dukung dan memberi peluang, karena ini hanyalah sebuah tradisi. Dan tidak ada kaitannya dengan perayaan agama. Selain itu keberadaan berbagai ragam budaya dan tradisi di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi sebuah khazanah kekayaan budaya yang patut dilestarikan,” ungkapnya.

Dikatakan Abdullah, LAMR Kepulauan Meranti merekomendasikan festival perang air itu dihentikan jika semua orang yang terlibat tidak peduli dengan peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.

“Seandainya orang itu tidak peduli dengan ini semua, kita rekomendasikan untuk tidak usah ada perang air lagi
kalau hanya buat malu kampung dan ini demi marwah harkat dan martabat
Melayu. Kalau seandainya itu dilanggar terus menerus dan tak diindahkan sama sekali, lebih baik tidak dilaksanakan festival ini, kita harus tegas, ini bumi Melayu,” kata Abdullah.

Lebih lanjut dikatakannya, LAMR Kepulauan Meranti siap menerima resiko terhadap tanggapan yang diberikan.

“Apapun resikonya dengan tanggapan itu tak apa-apa kita ambil,” ujar Abdullah.

Untuk diketahui, Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti merupakan tempat destinasi pariwisata bagi wisatawan yang ingin merasakan serunya bermain air sambil berkeliling kota dengan menggunakan becak motor. Setiap tahunnya ribuan wisatawan tumpah ruah datang ke Kota Sagu ini hanya untuk bermain dan menikmati festival tahunan yang bersempena dengan hari raya Imlek.***(Ags)

Jerit Petani Gondai Berharap Belas Kasih Negara

VIDEO
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Nasib para petani di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Pelalawan, Riau, masih harus menunggu belas kasih pemerintah setelah eksekusi lahan perkebunan mereka terus berlanjut hingga mengancam masa depan anak cucu.

“Sudah saatnya negara hadir untuk kepentingan dan demi masa depan rakyat. Mereka menunggu kehadiran negara dalam konflik lahan di Desa Gondai,” kata Asep Ruhiat selaku kuasa hukum Koperasi Gondai Bersatu di Pekanbaru, Rabu (29/1/2020).

Asep menjelaskan, bahwa Koperasi Gondai Bersatu bersama masyarakat Batin Palabi mengharapkan Dinas Lingkungan dan Kehutanan untuk segera menghentikan eksekusi lahan seluas lebih 3.000 hektare di Gondai.

“Jika terus dilanjutkan (eksekusi), maka yang ada hanyalah mudarat, petani akan mengalami derita panjang karena mata pencarian mereka hilang,” kata Asep.

Terpenting dalam konflik antara PT Peputra Supra Jaya (PSJ) dengan PT Nusa Wana Raya (NWR), demikian Asep, pemerintah diharapkan mampu memberikan solusi yang terbaik.

Solusi terbaik menurut Asep adalah, pemerintah harus mengambil sikap demi kemaslahatan dengan menghentikan eksekusi perkebunan yang sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat.

“Karena eksekusi lahan perkebunan yang sekarang dilakukan, justru mendatangkan mudarat. Terlebih masyarakat akan menderita jika itu terus dilanjutkan,” kata Asep.

Asep menjelaskan, pihaknya berkeyakinan Presiden Joko Wododo (Jokowi) akan mendengarkan jeritan petani perkebunan kelapa sawit di Desa Gondai.

“Seperti sama kita ketahui, Presiden Jokowi sangat mendukung industri perkebunan sawit sebagai sektor paling produktif untuk meningkatkan perekonomian negara dan masyarakat. Terlebih beliau adalah pemimpin yang lahir dari masyarakat sehingga diyakini kebijakannya akan berpihak ke rakyat demi kemaslahatan,” demikian Asep.

*Aspek Keadilan**

Sementara itu Ketua Tim Advokasi Lembaga Adat Petalangan Ilhamdi, SH.MH menyatakan putusan MA hanya mengutamakan aspek kepastian hukum, namun mengabaikan aspek keadilan dan kemanfaatan.

Pemkab Meranti Salurkan Ambulans Bantuan CSR BRK

Pemkab Meranti Salurkan Ambulans Bantuan CSR BRK

Meranti(SegmenNews.com)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Bagian Kesejahteran Rakyat (Kesra) Pemkab Kepulauan Meranti menyalurkan bantuan CSR PT Bank Riau Kepri berupa ambulan kepada Organisasi Sosial Mitra VJ.

Pemberian bantuan tersebut dilakukan langsung ditengah derasnya hujan oleh Kepala Bagian (Kabag) Kesra Pemkab Kepulauan Meranti Hery Saputra yang didampingi Kabah Humas Pemkab Meranti kepada Ketua Organisasi Sosial Mitra Vj Rosihan Afrizal, pada Rabu (29/01/2020) siang di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti.

Kepada media, Kabag Kesra Pemkab Kepulauan Meranti Hery Saputra mengatakan kalau bantuan yang diberikan merupakan usulan dari Mitra VJ yang sudah sejak lama.

“Perlu saya sampaikan bahwa bantuan yang kita berikan ini, Organisasi sosial Mitra VJ ini sudh jauh hari mengusulkan, kalau tidak salah saya sekitar bulan April 2019 dan perlu saya tegaskan juga bahwa biaya operasional tersebut ditanggung oleh Mitra VJ bukan Pemerintah,” terangnya.

Selain itu, dirinya mengucapkan Terimakasih kepada rekan-rekan yang ada di Organisasi Sosial Mitra VJ atas dukungan yang selama ini untuk bekerja nyata dikalangan masyarakat dibidang sosial.

“Saya berterimakasih juga kepada rekan-rekan di Mitra VJ karena mereka mampu menalangi biaya operasionalnya sendiri,” ucapnya

Sejauh ini, dikatakan mantan Kabag Humas Pemkab Meranti bahwa pihaknya sudah melihat perkembangan dari Organisasi Sosial Mitra VJ dalam menangani masyarakat dalam bidang sosial.

“Dimana bantuan ambulan kaisar ini merupakan wujud nyata atas semangat rekan-rekan Mitra VJ dalam membantu masyarakat dapat digunakan sebagaimana mestinya. Dan tidak menutup kemungkinan apabila ada bantuan lain berupa ambulan laut dapat diberikan, sepanjang biaya operasional dapat ditanggungnya,” ungkapnya.

Sekedar informasi, Dua ambulan yang ada akan diberikan kepada masyarakat di Kecamatan Rangsang Pesisir Kecamatan Tasik Putri Puyu.

Sementara itu, Ketua Organisasi Sosial Mitra Vj Rosihan Afrizal mengatakan bahwa bantuan yang diterima pihaknya kedepannya akan diperuntukan bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang membutuhkan.

“Ambulan ini kita gunakan untuk masyarakat Meranti, dan apabila ada yang membutuhkan dari masyarakat kita akan sediakan relawan yang mana masyarakat bisa menguhubunginya,” katanya.

“Ambulan ini kita stanbay di Kota Selatpanjang tepatnya di Sekretariat Mitra VJ di Jalan Perumbi Gang Melayu dan dimana kalau ada pasien dari Kecamatan di luar Selatpanjang membutuhkan untuk dirujuk, kita siap da standby di pelabuhan untuk mengantar,” katanya lagi.

Dimana dijelaskan Ketua Mitra VJ, dengan adanya ambulan yang didapatkan Mitra VJ dapat membantu pihak Puskemas dan Rumah Sakit di Kepulauan Meranti dan juga dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga dengan adanya ambulan dari Mitra VJ dapat membantu pasien dari Meranti, khususnya Kecamatan yang berada di Pulau Tebing Tinggi ini kita gratiskan. Dan selama berdiri Mitra VJ ini untuk biaya operasional kita menggunakan dana pribadi karena kita bekerja dari hati,” ungkapnya.***(Ags)

Bawaslu Kuansing Awasi Pembentukan PPK Pilkada Tahun 2020

Bawaslu Kuansing Awasi Pembentukan PPK Pilkada Tahun 2020

Kuansing(SegmenNews.com)- Proses pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah dimulai oleh KPU Kabupaten Kuantan Singingi untuk penyelenggaraan Pilkada tahun 2020. Sebanyak 518 orang pendaftar yang lulus administrasi akan mengikuti tes tertulis pada kamis, 29 januari esok. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kuansing turun langsung mengawasi pembentukan PPK sejak awal.

Teddy Niswansyah, S.I.Kom selaku komisioner Bawaslu Kuansing mengakui bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Kuansing adalah “pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung yaitu pengawasan melekat setiap kegiatan dan penelitian dokumen dan informasi calon PPK tersebut” tuturnya di kantor Bawaslu Kuansing, rabu, 28 Januari 2020.

Lanjutnya, “fokus pengawasan pembentukan PPK di Kuansing meliputi pelaksanaan prosedur, syarat PPK dan jadwal pembentukan” ujarnya. Teddy mengatakan bahwa salah satu syarat PPK adalah tidak terlibat sebagai anggota dan pengurus Partai Politik. Selanjutnya tidak menjabat sebagai PPK dua kali periode berturut-turut.

“Syarat PPK adalah mutlak dijalankan karena penyelenggara yang profesional dan berintegritas merupakan indikator keberhasilan Pilkada di kabupaten Kuansing” ujar Kordiv Pengawasan Bawaslu Kuansing itu.

Bawaslu Kuansing mengakui telah mengantongi nama-nama pendaftar lulus adminsitrasi yang terindikasi partai politik. Bawaslu Kuansing juga telah berkordinasi dengan KPU Kuansing dan berkomitmen untuk melakukan pembentukan PPK sesuai dengan peraturan yang diisyaratkan.***(Rls)

KKP dan Diskes Perketat Pengawasan di Pelabuhan, Berikut Laporan Deteksi Virus Corona

KKP dan Diskes Perketat Pengawasan di Pelabuhan, Berikut Laporan Deteksi Virus Corona

Meranti(SegmenNews.com)-Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti serta bekerja sama dengan pihak-pihak terkait sejauh ini masih melakukan pengawasan di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang. Pengawasan berjalan hampir satu minggu yang lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Meranti, dr.H.Misri Hasanto melalui pesan singkat Apps (WhatsApp.red), Rabu (29/01/2020) menyampaikan hasil laporan pengawasan dari KKP dan para medis yang bertugas di pelabuhan tersebut.

Pada tanggal 28 Januari 2020 laporan pengawasan di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang dengan 9 (Sembilan) Kapal Domistik (Dalam Negeri) dengan jumlah 1.448 orang (penumpang.red) terdapat 10 orang terdeteksi suhu 37,5 derajat celcius, sedangkan untuk 1 (satu) kapal Internasional (mv.elugo exp 99) pada tanggal yang sama, dengan jumlah 103 orang penumpang tidak terdapat adanya penumpang yang terdeteksi suhu diatas 37,5 derajat celcius.

Berdasarkan hasil laporan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dr.H.Misri Hasanto menjelaskan bahwa 10 orang yang terdeteksi dengan suhu 37,5 tersebut tidak bisa langsung divoniskan itu adalah gejala Virus Corona, karna gejala-gejala yang timbul dari virus corona itu sendiri masih jauh dari hanya tahapan (Themal Scanner) suhu badan.

“Tidak, kita tidak bisa langsung memvonis dengan suhu 37,5 c itu adalah gejala virus corona, karna prosesi virus ini harus menggunakan alat-alat yang lebih canggih lebih dari sekedar thermal scanner, untuk mendapatkan Suspect (tersangka) dalam virus ini masih terlalu jauh, jika dalam pengawasan kita ini terdapat suhu yang mencapai 38 derajat celcius pasien akan kita rujuk ke Rumah Sakit Provinsi yang direkomendasi oleh pemerintah setempat,”jelasnya.

“Laporan 10 orang dengan suhu 37,5 itu masih proses awal, langkah awal kita mencoba mendapatkan data dan memberikan saran kepada penumpang tersebut, jika panasnya tinggi hingga 38 derajat celcius lebih, maka kita saran langsung ke dokter,” ungkapnya lagi.

Tidak sampai disitu, Misri juga menyampaikan pemeriksaan juga dilakukan terhadap Jamaah Umroh yang tiba di Meranti, dari hasil pemeriksaan tidak terdapat suhu yang tinggi, hanya satu Jemaah yang kondisi badan tidak sehat.

“Kita juga melakukan pengecekan kepada jamaah umroh yang tiba di Meranti tadi, alhamdullah tidak ada suhu yang melebihi 37,5 derajat celcius, hanya ada satu Jemaah yang kurang sehat, An. Pak Ujang Marianis, sisanya semuanya dalam keadaan sehat semua,” ungkapnya.

“Sejauh pengawasan pengecekan deteksi suhu badan dengan menggunakan pemindaian suhu badan (Thermal Scanner) yang kita kita lakukan bersama KKP,KSOP,Satpol PP, dan Imigrasi Selatpanjang dipelabuhan tanjung harapan selatpanjang ini, belum terdapat Warga Negara Asing (WNA) yang terdeteksi Suhu lebih dari 37,5 derajat celcius, karna sama-sama kita ketahui wadah penyakit penyebaran virus corona tersebut berasal dari luar Indonesia, jadi kita harus melakukan pengawasan lebih ekstra untuk WNA tersebut, agar virus itu tidak masuk kemeranti,” pungkas Misri Hasanto.

Sekedar Informasi, ciri-ciri Virus Corona Gejala virus corona atau 2019-nCoV akan menyerangan pernapasan. Pasien yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona, melaporkan gejala sebagai berikut: demam, batuk, dan sesak napas. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pasien yang terinfeksi coronavirus akan menderita penyakit pernapasan ringan hingga berat. CDC mengatakan, gejala virus corona akan muncul dalam 2 hingga 14 hari setelah pasien terpapar virus corona. Kesimpulan ini didasarkan pada masa inkubasi virus MERS. Bagi orang yang mengalami gejala virus corona sebagaimana disebutkan di atas, sebaiknya segera menghubungi layanan kesehaan terdekat. Hingga saat ini, belum ada pengobatan atau vaksin yang direkomendasikan untuk mengatasi virus corona. Orang yang terinfeksi 2019-nCoV harus menerima perawatan intensif untuk membantu meringankan gejala virus corona. Jika gejala semakin parah, maka penderita harus segera mengunjungi layanan medis.***(Ags)

Donor Darah Sempena HPN dan HUT PWI ke-74, Tekumpul 96 Kantong Darah

Donor Darah Sempena HPN dan HUT PWI ke-74, Tekumpul 96 Kantong Darah

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Bakti sosial donor darah sempena Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-74 berlangsung sukses.

Terbukti, dari total 74 kantong darah yang ditargetkan berhasil terkumpul sebanyak 96 kantong darah.

“Pada tahun lalu kita berhasil mengumpulkan 84 kantong darah. Dan alhamdulillah pada bakti sosial donor darah kali ini, kita bisa mengumpulkan 96 kantong darah dari para pendonor. Dari 96 kantong darah ini, 38 di antaranya berasal dari kawan-kawan wartawan anggota PWI,” sebut Ketua PWI Riau, H Zulmansyah Sekedang usai krgiatan bakti sosial donor darah PWI Riau Peduli bersama Insan Pers dan Mitra yang berlangsung di Atrium Siak, Lantai 1 Mall SKA Pekanbaru, Selasa (28/01/2020).

Zulmansyah menyebutkan, donor darah PWI Riau yang didukung PMI Kota Pekanbaru dan mitra ini diikuti oleh TNI AD, TNI AU, Polisi, FKPPI, karyawan Mall SKA, SKK Migas dan mitra lainnya. Selain itu, juga disupport oleh RS Awal Bros, Eka Hospital, Aulia Hospital, Prodia dan RS Hermina Pekanbaru.

“Kita mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mitra seperti SKK Migas, Chevron dan K3S lainnya, PMI Kota Pekanbaru serta Rumah Sakit yang telah ikut mendukung kegiatan donor darah ini. Semoga pada tahun depan kerjasama ini bisa meningkat lagi,” ujar Zulmansyah yang akrab disapa Zum ini.

Dalam rangka HPN tahun 2020 ini, sebut ulmansyah, setiap kegiatan yang dilaksanakan ada doorprise yang dicabut. Bentuk doorprise yang diberikan yakni study jurnalistik ke luar negeri.

“Insya Allah, hadiah dooprise yang kita cabut di setiap kegiatan yakni jalan-jalan ke luar negeri. Dan untuk kegiatan donor darah yang beruntung ada dua orang yakni Deslina dan Frikles Nababan,” sebut Zulmansyah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Drs M Noer MBS SH MSi MH mengatakan, bakti sosial donor darah yang ditaja PWI Riau ini adalah salah satu kegiatan yang mendukung Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menyediakan pemenuhan stok darah di UGD PMI Kota Pekanbaru. Dimana UGD Kota Pekanbaru setiap bulan menyiapkan 6.000 sampai 8.000 kantong darah.

Sebelum didistrusikan, sebut Ketua PMI Kota Pekanbaru ini, darah-darah tersebut diolah. Dari 6.000 sampai 8.000 kantong darah itu, setelah diolah didapatlah sebanyak 5.000 bahkann 7.000 kantong darah. Karena bisa saja satu kantong darah itu bisa menjadi dua kantong ukuran besar dan kecil.

“Makanya kami sampaikan 6.000 sampai 8.000 itu adalah total kebutuhan darah yang kita berikan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan yang ditaja oleh PWI Riau ini adalah dalam untuk memenuhi stok darah. Dan kami setiap hari tidak pernah berhenti mencari sumber-sumber untuk menyiapkan stok darah melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh berbagai masyarakat. Dan harapan kami PWI Riau melalui Program PWI Riau Peduli ini juga mendorong memotivasi, disamping anggota wartawan sendiri,” papar Mantan Kepala Dinas Kependudukkan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru ini.***(rls)

Ketua DPD FKPPAI Riau, Ki Bewok Lananging Jagad Raih Penghargaan dari Wiranto

Ketua DPD Provinsi Riau Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI), Ki Brewok Lananging Jagad atau Datuk Batin Betuah menerima penghargaan “Citra Bakti Budaya Indonesia 2020”

Jakarta(SegmenNews.com)- Ketua DPD Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) Provinsi Riau, Ki Brewok Lananging Jagad atau Datuk Batin Betuah menerima penghargaan “Citra Bakti Budaya Indonesia 2020”, dari Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangka ulang tahun FKPPAI ke-19, di Golden Flower Hotel, Jalan Asia Afrika no 15/17 Braga, Kecamatan Sumur Bandung Jabar, Jum’at (24/01/2020), dihadiri oleh ratusan paranormal dari seluruh Indonesia.

Penghargaan yang diterima Ki Bewok Lananging Jagad ini merupakan penghargaan yang ke 3. Sebelumnya ia juga meraih penghargaan The Best Konsultas Spiritual tahun 2012 dan 2013, ditaman mini Indonesia.

Dikesempatan itu, Pembina FKPPAI Pusat, Wiranto membeberkan sejarah panjang yang besar presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno.

Sebelum negara Indonesia dijajah oleh Belanda, Inggris dan Jepang, Indonesia memiliki budaya yang tinggi, budaya warisan leluhur, salah satunya menyangkut paranormal dan penyembuhan alternatif.

Terkait Paranormal, kata Wiranto, adalah orang-orang yang mampu untuk menggunakan indera ke enamnya, punya kelebihan menggunakan indera keenamnya untuk melihat masa kedepan.

“Paranormal orang-orang yang memiliki kelebihan dari orang biasa. Jadi tidak normal saudara-saudara sekalian. Tidak normal dalam katagori yang baik. Ada orang tidak normal tapi gak waras. Saudara bukan seperti itu. Saudara itu tidak normal karena punya kelebihan,” kata Wiranto.

Dijelaskannya lagi, sebelum kedokteran masuk ke Indonesia. Pengobatan dilakukan secara alternatif, tradisional dan herbal diiringi dengan do’a-do’a.

Ditambahkannya, dan waktu Kemudian kita masuklah zaman baru, ada penjajahan, ada teknologi, ada komunikasi, ada informasi-informasi baru maka masuklah kepada pengobatan-pengobatan modern.

“Kalau gak ada saudara-saudara sekalian maka pengobatan-pengobatan yang dulu adalah pengobatan nenek Moyang kita maka akan punah,”  ungkapnya.

Wiranto juga menyampaikan kebanggaannya terhadap paranormal yang sudah melestarikan budaya tanah air melalui FKPPAI.

*Kembangkan Sayap FKPPAI Hingga Pelosok Riau*

Usai kegiatan, Ki Bewok Lananging Jagad kepada wartawan mengatakan, pengobatan paranormal merupakan pengobatan yang sudah turun temurun diwariskan, sudah diriset oleh budaya.  pengobatan budaya yang harus dilestarikan.

Ketua DPD Provinsi Riau Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI), Ki Brewok Lananging Jagad atau Datuk Batin Betuah menerima penghargaan “Citra Bakti Budaya Indonesia 2020”

Untuk itu, Ki Bewok akan terus mengembangkan budaya tersebut ditengah-tengah masyarakat dengan mengembangkan sayap FKPPAI di Kabupaten Kota di Provinsi Riau.

“Sekarang sudah terbentuk FKPPAI wilayah Kampar, Pekanbaru dan Siak. Dalam waktu dekat akan dibentuk di Bengkalis dan Inhu,” sampainya.

Ki Bewok menargetkan seluruh Kabupaten Kota sudah memiliki perwakilan FKPPAI. Tentunya ia telah menyiapkan berbagai program sosial, seperti pengobatan alternatif dan lainnya.

“Kita harap FKPPAI Riau mampu melestarikan budaya pengobatan alternatif ini, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” harapnya.***(ran/rls)

DPC LAN Meranti dan Polres MoU Kesepahaman Pemberantasan Narkotika

DPC LAN Meranti dan Polres MoU
Kesepahaman Pemberantasan Narkotika

Meranti(SegmenNews.com)-Dalam upaya mewujudkan wilayah bebas narkoba. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Anti Narkotika (LAN) gesa penandatangan nota kesepahaman dengan Polres Kepulauan Meranti.

Turut hadir, Kapolres Meranti AKBP TAUFIQ LUKMAN NURHIDAYAT, SIK MH, Ketua DPC Lembaga Anti Narkotika (LAN) Meranti ZAINUDDIN HASIBUAN S.Ag, Kasat Narkoba Polres Meranti IPTU DARMANTO SH, Wakil Sekretaris DPC LAN (Lembaga Anti Narkotika) Meranti EDI SAPUTRA A.Md Kom, KBO Sat Narkoba Polres Meranti IPDA TEDDY ZAILI S, Anggota DPC LAN (Lembaga Anti Narkotika) Meranti berjumlah 8 orang.

Kegiatan ini juga merupakan langkah awal guna menyamakan persepsi dalam pemberantasan peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba.

Demikian dikatakan Ketua DPC LAN Kepulauan Meranti, Zainuddin Hasibuan SAg bahwa kegiatan pada hari ini merupakan momentum yang sangat bernilai bagi DPC LAN dan Polres Meranti dalam upaya P4GN.

Dengan pelaksanaan kerjasama antara kedua pihak, diharapkan kelancaran dan percepatan dalam upaya mengimplementasikan P4GN, yang berorientasi pada keselamatan generasi muda dan kesejahteraan bangsa, dapat terealisasikan dengan maksimal.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Kapolres Meranti karena telah mendukung dengan sepenuhnya, semoga kita bisa saling bahu-membahu menumpas kejahatan Narkoba secara sinergis dan berkesinambungan,” ucapnya, Selasa (28/1/2020).

Diutarakannya, peredaran pintu masuk narkoba dari berbagai jalur tikus harus diperketat. Mengingat, Kepulauan Meranti merupakan wilayah yang memiliki banyak pelabuhan.

“Semoga sinergitas ini membuahkan hasil positif bagi masyarakat kepulauan meranti,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH menyambut baik kedatangan para pengurus DPC LAN Kepulauan Meranti.

Dikatakannya, pemberantasan narkoba harus dituntaskan dengan sinergitas semua pihak.

“Dengan adanya penandatangan MoU ini mudah mudahan kita bisa bersama sama menjaga kampung jantan ini,” ujar dia.

AKBP Taufiq menambahkan, pihaknya sangat mengantisipasi peredaran narkoba dengan melibatkan kalangan pelajar.

“Kami berharap kepada orang tua untuk lebih menjaga anak-anaknya, karena saat ini sangat marak peredaran narkoba melibatkan anak dibawah umur,” pungkasnya.

Sekedar informasi, penandatangan nota kesepahaman antara DPC LAN Kepulauan Meranti dan Polres Kepulauan Meranti berakhir pada pukul 11.00 WIB.

Kegiatan berlangsung di ruang data Mapolres Kepulauan Meranti, Jalan Gogok. Nota kesepahaman ini juga sejalan dengan akan dilaksanakannya kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) oleh DPC LAN Kepulauan Meranti.***(Ags)

BUMDesa Pematang Jaya Kembangkan Usaha Mart

BUMDesa Pematang Jaya Desa Pematang Barangan Kembangkan Usaha Mart

Rohul(SegmenNews.com)– Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Pematang Barangan saat ini tengah mengembangkan usaha mart barang-barang sembako.

Hal ini diungkapkan oleh Kades Pematang Berangan, Maisar saat membuka laporan peserta musyawarah pertanggung jawaban tahunan (MPTB) BUMDesa Pematang Jaya, Desa Pematang Barangan, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (27/1/2020).

Pada laporan MPTB Pematang Jaya tahun buku 2019 disebutkan modal awal yang diberikan provinsi riau sekitar Rp400.000.000 untuk dikelola dengan beberapa jenis usaha yang dikembangkan seperti dibidang kelembagaan ekonomi mikro perkreditan barang dan simpan pinjam.

Kades yang juga sebagai penasehat BUMDesa Pematang Jaya menyampaikan,  bahwa BUMDesa yang dikembangkan pengurusnya telah membuat usaha unit baru yakni usaha bumdesa mart menjual barang sembako.

“Tahun ini akan kami tambah dengan menjual gas elpiji terkhusus untuk masyarakat Desa Pematang Barangan saja,” kata Maisar.

Lanjutnya, BUMDesa Pematang Jaya terkendala banyaknya pemanfaat yang tidak tertif  menyelesaikan tanggung jawabnya dalam simpan pinjam terdapat banyak tunggakan.

“Yang menjadi masalah didalam pemanfaatnya terdapat banyak perangkat-perangkat ini menjadi masalah bagi kami tidak diakomodir dia perangkat tetapi kalau diakomodir dia menjadi penunggak. hal ini adalah permasalahan yang menjadi pemikiran bagi kami,” pungkasnya.

Dikatakanya lagi BUMDesa sudah ada peningkatan dari tahun sebelumnya tetapi masih dibawah standar artinya ia berharap tunggakan tidak ada sementara tunggakan itu ada.***(fit)

Waspada Virus Corona, Tim Kesehatan Deteksi Suhu Tubuh Penumpang di Pelabuhan Meranti

Waspada Virus Corona, Tim Kesehatan Deteksi Suhu Tubuh Penumpang di Pelabuhan Meranti

Meranti(SegmenNews.com)-Petugas pelabuhan mulai melakukan pengetatan pemeriksaan penumpang di pelabuhan, melalui pemeriksaan menggunakan thermal scanner guna mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang.

Dilapangan, Tim Kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bersinergi dengan instansi terkait yakni Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang, Pelindo, Satpol PP dan Kepolisian setempat.

Seperti diketahui, penyebaran wabah penyakit pneumoni berat akibat virus corona, kini tengah diwaspadai dunia internasional.

Kewaspadaan penyebaran virus itu dapat dilakukan melalui pencegahan dan pengawasan khususnya di pintu gerbang masuknya penumpang.

Waspada Virus Corona, Tim Kesehatan Deteksi Suhu Tubuh Penumpang di Pelabuhan Meranti

Petugas KSOP Selatpanjang, Suharto mengatakan pihaknya bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan melakukan pengetatan pemeriksaan penumpang di pelabuhan menggunakan thermal scanner.

“Setiap penumpang yang baru tiba harus diperiksa dulu menggunakan thermal scanner untuk mengetahui suhu tubuhnya. Bila tinggi maka petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan,” ujarnya, Senin (27/1/2020).

Sejauh ini lanjut dia, belum ditemukan adanya penumpang dengan suhu tubuh di atas 38 derajat. “Sejauh ini belum, yang ada hanya dua orang kita temukan dengan suhu tubuh 37,5 derajat, setelah di cek petugas mereka kita lepaskan,” bebernya.

Dijelaskannya, penumpang yang teridentifikasi memiliki kondisi suhu tubuh di atas 38 derajat serta memiliki gejala umum batuk, demam dan sesak napas akan dilakukan penanganan khusus oleh tim kesehatan KKP.

Selaras dengan itu, Suharto juga tidak menapik bahwa penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga harus diprioritaskan. Kendati begitu, pihaknya mengambil langkah sedini mungkin dengan cara membagikan masker gratis kepada para petugas dipelabuhan maupun para penumpang.

“Tadi juga kita membagikan masker gratis, mudah-mudahan dengan cara itu bisa terhindar dari berbagai penyakit,” imbuhnya.

Kedepan Suharto meminta, KKP untuk sebisa mungkin menerapkan pemeriksaan medis terhadap penumpang. Karena, awal mula penyakit yang datang dari luar dari pintu masuk pelabuhan.

“Untuk petugas medis kalau bisa kedepan penanganan medis harus diagendakan secara rutin. Jadi tidak hanya karena isu virus corona ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang Maryana SSos mendukung penuh upaya pihak-pihak terkait dalam upaya antisipasi penyebaran virus corona.

Dilokasi (pelabuhan, red) para petugas imigrasi juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam peningkatan pengawasan dan lainnya.

“Kita sangat mendukung upaya pihak terkait dan saya juga telah mengintruksikan petugas imigrasi dilapangan untuk terus berkoordinasi,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, dr Misri juga telah meminta Tim Kesehatan mensosialisasikan kepada masyarakat guna mengenali secara dini gejala penyakit dan melaporkannya kepada dinas.

“Jika ada temuan saya minta petugas pelabuhan langsung berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk selanjutnya penumpang tersebut akan dilakukan penanganan khusus,” terang dia.***(Ags)

error: Konten website ini dilindungi!!