Camat Rayan Rekomendasikan STBM Diterapkan di Tebingtinggi

Meranti(SegmenNews.com)- Camat Tebing Tinggi, Kabupaten Meranti, Rayan Pribadi merekomendasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Rekomendaso itu disampaikan saat memimpin Lokakarya Mini Triwulan Pertama Tahun 2020, Selasa (3/3/2020) di Lt. II Vicnic Kopitiam Selatpanjang.

Kegiatan Lokakarya Mini Triwulan Pertama Lintas Sektor yang digagas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Alahair tersebut langsung dibuka oleh Camat TebingTinggi Rayan Pribadi dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Meranti diwakili oleh Sekretaris Kesehatan Asrul Meldi, Danramil 02 Tebingtinggi diwakili, Kapolsek Tebingtinggi diwakili, Lurah dan kades diwilayah Puskesmas Alahair, ibu PKK dan Kader Posyandu.

Dikatakan Camat Tebingtinggi Rayan Pribadi, lokakarya mini lintas sektor diharapkan mampu memecahkan masalah dengan memperhatikan masukan-masukan dari masyarakat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Sesuai Program yang digagas Dinkes Meranti, kami Merekomendasi yang paling utama Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kecamatan Tebingtinggi, ” katanya.

Dijelaskan Rayan sesuai dengan Program Diskes Meranti dengan 5 Pilar STBM diantaranya, Stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan makanan dan minuman rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Disampaikan Rayan, masalah kesehatan di negeri ini begitu kompleks, baik dari sistem penerapannya maupun dari pola hidup masyarakat itu sendiri, namun memang unsur gaya hidup masyarakat inilah yang sangat serius disoroti, karena akan menjadi percuma jika pemerintah, instansi kesehatan menjalankan sistem dan program kesehatan yang profesional dan bermutu tanpa di imbangi respon dari masyarakat itu sendiri sebagai pelaku dan obyek untuk berprilaku hidup bersih dan sehat, yaitu melalui paradigma sehat.

“Dalam menyikapi dan merespon permasalahan kesehatan harus keterlibatan semua pihak, semua elemen dan unsur terkait untuk bergandengan tangan, memperbaiki sistem dan merubah pola hidup sehat di masyarakat, sehingga apa yang dicita-citakan bangsa dapat terwujud, ” katanya.

Ditambahkan dia, Lokakarya Mini Lintas sektor salah satu ruang membangun komitmen, menyatukan misi ditingkatan pemangku kepentingan, camat sebagai pemerintah kecamatan, kepala desa sebagai representasi masyarakat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan puskesmas sebagai instasi kesehatan untuk sama-sama bersinergi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Langsung masyarakat yang bergerak, Lokakarya ini untuk menginformasikan, mengindentifikasi capaian hasil kegiatan puskesmas dan untuk membahas serta memecahkan masalah yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris dinas Kesehatan Meranti Asrul Meldi menyampaikan lokakarya mini lintas sektor yang diselenggarakan diharapkan dapat saling bertukar pendapat dalam hal pelayanan.

“Lokakarya Mini mewujudkan kesadaran masyarakat untuk lebih proaktif bekerjasama. Karena listas sektoral dari masyarakat kembali kemasyarakat, ” bebernya.

Saat ini ditambahkan Asrul, pihak Puskesmas masih melakukan pembahasan terkait Tribulan ke empat, serta membahas masalah isu-isu terkini yang harus dilakukan untuk kedepannya.

“Yang harus dilakukan yakni masalah Spm (Standar Pelayanan Minimal) sesuai dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018. Mudah mudahan atas apa yang dilakukan dan diharapkan kedepan bisa tercapai, ” jelasnya.***(Ags)